Imam Supriyanto: Panji Gumilang Harus Diperiksa
Inpasonline, 5/5
Maraknya pemberitaan NII di media massa seperti adanya perekrutan anggota dari kalangan kampus, mahasiswa, dan birokrat di institusi pemerintahan daerah, diakui oleh Eks Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto. “Para anggota yang direkrut ini juga wajib membayar infak,”jelasnya.
MUI: Pemerintah Belum Tegas Sikapi Pornografi
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pemerintah belum peka menangani pornografi dan pornoaksi. Padahal, bahaya akibat pornografi telah menjangkit lapisan masyarakat tanpa memandang usia. Hal ini diungkapkan oleh Ketua MUI, Ma’ruf Amin. “Sekarang lebih parah tapi kepekaan kurang,”kata dia.
Kemeneg Tak Berwenang Bubarkan NII
Inpasonline, 4/5/11
Menteri Agama Suryadarma Ali mengatakan lembaganya tak berwenang membubarkan Negara Islam Indonesia (NII) karena NII merupakan organisasi bawah tanah. "Bagaimana mau bubarkan, ini kan "gerakan di bawah tanah" dan tidak resmi terbentuk seperti organisasi lain yang memiliki badan hukum resmi dan mendapat pengakuan dari pemerintah," katanya di Kupang, Selasa terkait gerakan NII.
Menangkal Teroris Dengan Kekerasan, Efektifkah?
inpasonline, 03/05/11
Sudah sangat sering rakyat disuguhi berita penumpasan terhadap terorisme. Tapi apa yang terjadi? Seakan teroris tidak pernah habis dari bumi Indonesia ini. Dan anehnya, justru bermunculan teroris-teroris lain yang berbeda aliran dan orientasi dengan teroris sebelumnya. Fakta ini dibuktikan oleh munculnya teroris seperti Syarif dan Pepi Fernando cs. Sebagaimana diberitakan, meskipun sama-sama pintar merakit bom, Syarif dan Pepi tidak ada keterkaitan hubungan apapun, termasuk orientasinya sekali pun. Jika Syarif dikenal sebagai pemuda fanatis yang tidak suka melihat ada kemungkaran, maka Pepi tidaklah seperti itu. Bahkan ia dikenal sering menenggak miras dan tidak perduli dengan urusan agama. Ia merakit bom dengan orientasi ekonomi, yakni liputannya akan dijual kepada pihak asing.
Meneropong Peran TKI Di Malaysia (Sebuah Catatan Di Hari Buruh Sedunia)
Mahasiswa Pascasarjana IIU Malaysia, Sekjen Persatuan Pelajar Sulawesi Selatan Malaysia
Setiap kali berbicara mengenai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), maka secara spontan perbincangan tentang Malaysia pun ikut menghiasi ruang-ruang diskusi. Malaysia memang tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan TKI. Realitas menunjukkan bahwa Jumlah TKI terbesar yang bekerja di luar negeri terdapat di Malaysia. Lalu Sejauh mana kontribusi TKI dalam pembangunan ekonomi Malaysia dan seberapa besar kepedulian pemerintah RI dalam melindungi TKI di Malaysia?