Deteksi Aliran Sesat
Beragamnya tanggapan tentang Ahmadiyah membuktikan bahwa sebagian kaum muslimin masih ada yang belum paham tentang aqidah islamiyah. Padahal pemahaman terhadap masalah ini sangat penting dan mendasar. Orang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, tidak boleh keliru mamahami masalah satu ini. Sebab jika salah, bisa menyebabkannya kufur dari agama Allah.
MUI: Televisi Masih Jauh dari Spirit Ramadhan
Tayangan televisi di bulan Ramadhan dinilai masih ada yang tidak relevan dengan sipirit Ramadhan. Demikian hasil pantauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap tayangan televisi di bulan Ramadhan 1432 H ini. MUI masih menemukan muatan televisi kurang sejalan dengan standar penyiaran baik yang diatur dalam undang-undang.
Berjuluk ‘Kota Santri’, Pasuruan Masih Abaikan Raperda Miras, Prostitusi dan Ramadlan
Inpasonline.com, 24/08/11
Gelar sebagai kota santri ternyata belim menjamin kota Pasuruan bebas dari maksiat. Bahkan di salah satu daerah di kabupaten ini terdapat kampung lokalisasi Tretes yang cukup terkenal.
Di bulan Ramadlan, warung-warung di terminal dan sudut-sudut kota juga masih bebas buka di siang hari. Habib Abu Bakar Hasan Assegaf, salah satu ulama’ berpengaruh di Pasuruan mengaku prihatin dengan kondisi ini. Ia miris, melihat banyaknya warung-warung yang masih bebas buka di siang hari.
Hidup Bermartabat dengan Zakat
Oleh M. Anwar Djaelani
Inpasonline.com, 24/08/11
Zakat adalah kewajiban bagi kalangan yang secara syar’i telah berkemampuan. Kalangan ini disebut muzakki. Sementara, kelompok lainnya -secara syar’i pula- berhak menerima zakat. Kelompok ini disebut mustahiq. Jika pelaksanaan zakat berjalan sesuai syariat Islam, niscaya kedua pihak akan hidup bermartabat.
Penetapan 1 Syawal 1432 H. Berpotensi Tidak Sama
Inpasonline.com, 23/08/11
Lebaran tahun ini dikhawatirkan akan berbeda hari antara penetapan pemerintah (Isbat) yang diperkirakan menetapkan 1 Syawwal 1432 H jatuh pada Rabu (31/8) dengan keputusan Muhammadiyah yang sejak awal menetapkan 1 Syawwal jatuh pada Selasa (30/8). Hal ini juga terlihat dari kalender mereka yang mencantumkan tanggal 1 Syawwal yang berbeda dengan kalender resmi pemerintah. Sementara NU, Persis dipastikan akan mengikuti keputusan pemerintah yaitu berlebaran pada Rabu (31/8) karena secara kebetulan berdasarkan kriteria yang mereka gunakan menghasilkan kesimpulan yang sama.