Peradaban Emas Dinasti Abbasiyah: Kajian Ringkas
Oleh: Muhamad Sahrul Murajjab[i]
PENDAHULUAN
Meski terdapat sejumlah perbedaan, para ahli sejarah banyak yang membagi periodisasi sejarah peradaban Dinasti[ii] Abbasiyah yang berumur sekitar lima ratus tahun (750-1258 M / 132-656 H) ke dalam dua periode utama.[iii] Periode pertama, berlangsung antara tahun 750-945M/132-334H, dimana pada masa itu Dinasti Abbasiyah memiliki otoritas politik yang sangat kuat dan kemudian mampu melahirkan sebuah kemajuan peradaban yang disebut-sebut sebagai ”Era Keemasan” (the Golden Age). Akan tetapi periode ini juga sekaligus mencatat munculnya benih-benih kemunduran dan kelemahan politik yang terjadi di paruh akhir masa ini
Ibnu Hazm, Ulama Brilian dari Spanyol
Oleh bahrul Ulum
Ibn Hazm diakui sebagai seorang ulama yang memiliki kontribusi luar biasa dalam dunia Islam. Tak kurang dari 400 judul kitab telah ditulisnya. Melalui karya-karyanya itu, ia diakui sebagai filusuf, teolog, sejarawan, sastrawan, pakar fikih, negarawan, akademisi dan politisi yang handal.
Abai Jihad, Bencana Mendekat
Oleh M. Anwar Djaelani
Perang melawan terorisme, siapapun pasti akan mendukung. Tetapi, jika aktivitas itu lalu ’ditunggangi’ –langsung atau tidak- oleh penyebaran ‘teror’ baru ke tengah-tengah masyarakat, maka akan banyak kalangan yang berkeberatan. Misal, di Jawa Pos 26/9/09 – 3/10/09- berturut-turut delapan penulis mengritisi kalimat “Isy kariman au mut syahidan” (hidup mulia atau mati syahid). Telaah mereka mengundang keprihatinan sejumlah pihak.
Membincang Terrorism, Menguak Fakta
Inpasonline, 11/11/09
Ada sebuah kata yang hingga kini masih terus dicari definisinya: terrorism. Apa itu terrorism? Apakah definisi terrorism itu sekedar ‘the use of violence for political ends and includes any use of violence for the purpose putting the public or any section of the public in fear (Pasal 14 ayat 1 The Prevention of Terrorism Act 1984)’?
Atho Mudzhar: UIN Masih Sama Dengan IAIN
inpasonline,11/11/2009
ACIS 2009 - Hari kedua dari acara Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) 2009 di Surakarta cukup ramai dikunjungi oleh peserta. Dibandingkan pada hari pertama, yang hanya berisi acara pembukaan, maka pada hari kedua merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh peserta, baik peserta undangan maupun peserta partisipan. Pada hari ini para peserta mendengarkan presentasi dari pemakalah tingkat internasional dan Nasional.