Mengenal Istilah Filsafat
Dr Syamsuddin Arif
Makna Filsafat
Kita mulai dengan terminologi. Istilah ‘filsafat’ atau ‘falsafah’ dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Arab. Ia merupakan pengaraban dari kata majmuk (philosophia) yang dalam bahasa Yunani kuno gabungan dari kata philein (cinta) dan sophia (kearifan). Apa makna ‘sophia’ dijelaskan oleh Aristoteles: “Biasanya sophia dipahami sebagai pengetahuan mengenai pokok-pokok perkara dan sebab-sebabnya (oti μhn oun h sojia peri tinaV arcaV kai aitiaV estin episth μh dhlon).”
Zakat, Harus Dikelola Profesional dan Amanah
Oleh DR. Ugi Suharto
Selain bulan puasa, Ramadhan adalah bulan zakat. Pada bulan ini kaum Muslimin diwajibkan mengeluarkan zakat, khususnya zakat fitrah. Tujuannya adalah membantu orang miskin, dengan cara mentranfer atau mengambil dana dari orang kaya. Walaupun kita mengenal adanya delapan asnaf (orang yang berhak menerima zakat sebagaimana tercantum dalam Al-Quran) yang berhak menerima zakat, tapi hakekatnya zakat dimaksudkan untuk mengentaskan kemiskinan.
Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun (Kajian Kritis)
Oleh : Badrus Syamsi[1]
A. Pendahuluan
Al-Qur'an merupakan wahyu Allah dan sekaligus sebagai pedoman atau panduan hidup bagi umat manusia.[2] Banyak ilmu yang lahir dari Al-Qur'an, baik itu yang berhubungan langsung dengannya seperti Ulumul Qur'an, Ilmu Tafsir dan yang lainnya, atau tidak berhubungan langsung namun terinspirasi dari Al-Qur'an seperti ilmu alam, ilmu ekonomi dan yang lainnya. Al-Qur'an menekankan pada kebutuhan manusia untuk mendengar, menyadari, merefleksikan, menghayati, dan memahami. Maka, mau tidak mau Al-Qur'an harus mampu menjawab berbagai problematika yang terjadi dalam masyarakat.[3]
Mengenal Pemikiran Muhammad Arkoun
Muhamad Arkoun lahir di Wilayah Berber di Taurit-Mimoun, Kabila, AlJazair pada tanggal 12 Januari tahun 1928 M, Arkoun menyelesaikan pendidikan dasar di desa asalnya, pendidikan menengah dan pendidikan tingginya di tempuh di kota pelabuhan Oran, sebuah kota utama di Aljazair bagian barat. Dia kemudian pindah ke Universitas Sorbonne dan meraih gelar Phylosopy Doctoral pada tahun 1969 M. Ketika itu, dia sempat bekerja sebagai agrege bahasa dan kesusasteraan Arab di Paris serta mengajar di sebuah SMA (Lycee) di Strasbourg (daerah Perancis sebelah timur laut) dan diminta memberi kuliah di Fakultas Sastra Universitas Strasbourg (1956-1959). Pada tahun 1961, Arkoun diangkat sebagai dosen di Universitas Sorbonne, Paris, sampai tahun 1969. Arkoun sekarang tinggal di Paris dan menjadi seorang Profesor Emeritus dalam Islamic Studies di Universitas Sorbonne, Paris-Perancis. Pada November 1992 di Yogyakarta. Ia sempat memberikan ceramah di UIN Yogyakarta dan Jakarta di depan forum LKiS dan beberapa lembaga lain.