Prinsip Sains dalam Islam dan Penerapannya pada Kurikulum di Perguruan Tinggi
Problem Teologis Pendidikan Multikultural
Oleh Prihanto[1]
A. Pendahuluan
Akhir-akhir ini, terdapat banyak wacana tentang pendidikan yang cukup menarik. Salah satunya adalah pendidikan multikultural. Hal ini dikarenakan pendidikan model ini merupakan wacana baru yang ditawarkan untuk mengenalkan keanekaragaman budaya. Tawaran ini dalam batas-batas tertentu mendapat respon yang positif dari pihak pemerintahan[2], cendikiawan, dan para akademisi. Tawaran tersebut adalah sebuah paradigma multikultural yang inklusif dan pluralis.[3] Tawaran tersebut hadir dikarenakan, pendidikan agama selama ini dianggap sebagai pendidikan yang eksklusif dan dogmatis, sehingga perlu pendidikan yang humanis. Pendidikan ini dikenal dengan pendidikan berwawasan multikultural.
HAMKA, Sang Otodidak ‘Produsen’ Seratus Buku
Oleh M. Anwar Djaelani
HAMKA itu inspiratif. Bahwa, dari orang yang tak tamat SD lahir lebih dari seratus buku. Tak hanya itu, dua universitas berkelas tak ragu memberi gelar Doktor Honoris Causa kepadanya.
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Tinjauan Atas Pemikiran Syed M. Naquib al-Attas dan Ismail R. al-Faruqi)
|