Category: Pendidikan Islam

Pendidikan Islam

Akal (Intelek) Dalam Pemikiran Al-Attas: Suatu Uraian Singkat*

Akhmad R. Damyati, MA**

 

Akal merupakan bagian terpenting dalam diri manusia. Karena akallah manusia berbeda dari makhluk-makhluk lainnya. Karena akalnya ia diberikan amanah dan kewajiban oleh Sang Pencipta. Namun, tidak sedikit orang memahami akal secara sempit dan distortif. Maka tidak heran apabila ketidakadilan dalam pemikiran kerap mewarnai kehidupannya. Tulisan ini mencoba mengulas akal dari sudut pandang al-Attas.

Pendidikan Islam

Konsep Pembaharuan Politik dan Pendidikan dalam Pemikiran al-Kawakibi

Inpasonline, 30/12/10

Oleh : Muhamad Sahrul Murajjab

 

Pendahuluan

Sejak penghujung abad ke-18 hingga masa-masa pasca runtuhnya Kekhalifahan ‘Utsmani di Turki tahun 1924, yang dibarengi era imperialisme dan kolonialisme Barat terhadap negara-negara Islam, kondisi kesejarahan umat Islam berada dalam titik yang menyedihkan.

Pada masa-masa itu, Dinasti Mogul Islam di India jatuh ke tangan imperialis Inggris, demikian  juga dengan Kerajaan Øafawiyah di Iran. Sejumlah negara-negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim juga berada dalam cengkraman imperialisme negara-negara Eropa. Sebut saja misalnya Indonesia yang berada di bawah kekuasaan Belanda, Libya dijajah oleh Italia; Tunisia, al-Jazair dan Maroko oleh Perancis, serta Mesir dan negara-negara sebelah selatan Jazirah Arab oleh Inggris.

Selama masa-masa tersebut negara-negara Islam terpuruk dalam keterbelakangan dan kemunduran peradaban di segala bidang baik sosial, politik, maupun ekonomi. Sementara didalam tubuh umat terjadi kelumpuhan potensi-potensi kekuatan yang dimilikinya.[i] Ajaran-ajaran Islam banyak ditinggalkan, sebagaimana bid’ah dan khurafat menggejala dimana-mana.

Pendidikan Islam

Strategi Dan Taktik Dalam Memimpin Organisasi Pendidikan Islam

 

Ainul Yaqin

1. Pendahuluan

                Tujuan pokok dari pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa.[1] Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, hasil yang ingin dicapai dari pendidikan Islam adalah menciptakan manusia beradab dalam pengertian yang menyeluruh meliputi kehidupan spiritual dan material.[2] Orang yang terpelajar dalam pandangan Islam adalah orang yang beradab, yaitu orang yang menyadari sepenuhnya tanggungjawab dirinya kepada Allah, memahami dan menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain dalam masyarakat, dan terus berupaya untuk meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempurnaan sebagai manusia yang beradab.[3]

Pendidikan Islam

Merancang Strategi Pendidikan Islam Masa Depan

Ainul Yaqin

1. Pendahuluan

                Tujuan pokok dari pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa.[i] Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, hasil yang ingin dicapai dari pendidikan Islam adalah menciptakan manusia beradab dalam pengertian yang menyeluruh meliputi kehidupan spiritual dan material.[ii] Orang yang terpelajar dalam pandangan Islam adalah orang yang beradab, yaitu orang yang menyadari sepenuhnya tanggungjawab dirinya kepada Allah, memahami dan menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain dalam masyarakat, dan terus berupaya untuk meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempurnaan sebagai manusia yang beradab.[ii

Pendidikan Islam

Pendidikan Konsep Ta’dib Sebagai Solusi Pendidikan Islam di Era Global

 

Oleh: Kholili Hasib[1]

Pendahuluan

            Ta’dib adalah konsep pendidikan Islam yang digagas oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas yang bertujuan mencetak manusia beradab. Ide al-Attas tersebut dilatarbelakangi oleh krisis ilmu yang dialami kaum muslim kontemporer. Menurut al-Attas, tantangan terbesar yang dihadapi dunia muslim kontemporer adalah kesalahan dibidang ilmu. Hal tersebut mengakibatkan hilangnya adab (the loss of adab). Kehilangan adab di sini maksudnya kehilangan identitas, identitas ilmu-ilmu keislaman dan identitas ilmuan muslim. Definisi sains Islam di era globalisasi semakin kabur, tertutup selimut ilmu-ilmu modern-sekuler. Lenyapnya identitas ilmu Islam tersebut dikarenakan gencarnya hegemoni Barat sekuler yang gerakaannya seiring dengan gelombang globalisasi.