Category: Pendidikan Islam

Pendidikan Islam
Pendidikan Islam

Problem Teologis Pendidikan Multikultural

Oleh Prihanto[1]

A. Pendahuluan

Akhir-akhir ini, terdapat banyak wacana tentang pendidikan yang cukup menarik. Salah satunya adalah pendidikan multikultural. Hal ini dikarenakan pendidikan model ini merupakan wacana baru yang ditawarkan untuk mengenalkan keanekaragaman budaya. Tawaran ini dalam batas-batas tertentu mendapat respon yang positif dari pihak pemerintahan[2], cendikiawan, dan para akademisi. Tawaran tersebut adalah sebuah paradigma multikultural yang inklusif dan pluralis.[3] Tawaran tersebut hadir dikarenakan, pendidikan agama selama ini dianggap sebagai pendidikan yang eksklusif dan dogmatis, sehingga perlu pendidikan yang humanis. Pendidikan ini dikenal dengan pendidikan berwawasan multikultural.

 

Pendidikan Islam

Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Tinjauan Atas Pemikiran Syed M. Naquib al-Attas dan Ismail R. al-Faruqi)

Oleh: Alex Nanang Agus Sifa[1]

 

Abstrak

Islamisasi ilmu pengetahuan (islamization of knowledge) merupakan sebuah ide atau gagasan yang muncul pada sekitar awal tahun 80-an. Ide atau gagasan ini pertama kali dicetuskan oleh Syed Naquib al-Attas dan dipopulerkan oleh Ismail R. al-Faruqi. Dalam makalah ini, penulis akan mencoba mengeksplorasi pandangan kedua tokoh tersebut dalam kaitannya dengan gagasan islamisasi ilmu pengetahuan. Secara garis besarnya, makalah ini akan mencoba untuk melihat konsep islamisasi pengetahuan dalam pandangan Syed Naquib al-Attas dan Ismail R. al-Faruqi dari sisi-sisi yang meliputi latar belakang munculnya gagasan islamisasi, mafhum islamisasi dan langkah-langkah yang ditempuh dalam proses islamisasi. Dari ketiga poin ini, maka akan diketahui aspek kesamaan dan perbedaan sekaligus karakteristik gagasan islamisasi ilmu pengetahuan menurut kedua tokoh tersebut.

Keywords: Islamisasi Ilmu Pengetahuan, Syed M. Naquib al-Attas, Ismail R. al-Faruqi, Dikotomisme, Tauhid.

Pendidikan Islam

Pendidikan Islam Integral Dalam Kerangka Teori (Tela’ah Konsep Pendidikan Islam Syed Muhammad Naquib Al Attas)

Oleh : Ahmad Furqon Muntashir*

 


A.    Pendahuluan

Pendidikan dewasa ini hampir kehilangan pamornya sebagai suatu proses yang mengantarkan setiap anak Adam menjadi manusia seutuhnya. Manusia yang secara pribadi dapat memerankan dirinya ditengah-tengah kehidupan masyarakat sebagai problem solver, yang selanjutnya manusia disebut dengan makhluk sosial. Kenyataan ini dapat dilihat dari adanya pergeseran paradigma (paradigm shift) pada masyarakat akan makna-makna kebenaran, kebahagiaan, keadilan dan lain-lain. Dampaknya adalah masyarakat sudah tidak menjadikan standar pendidikan sebagai suatu barometer mutu individu.[1]