Koreksi Pesantren Sidogiri untuk Agus Mustofa (1)
Inpasonline, 30/12/10
Pesantren Sidogiri kembali menunjukkan koreksinya terhadap para tokoh yang berpikir menyimpang dari ajaran Islam Ahlusunnah Waljamaah. Sebelumnya, pesantren ini telah menggebrak ajaran Syi’ah yang coba diselinapkan dalam buku karya Dr. Quraisy Shihab. Maka kali ini, melalui santrinya, A. Qusyairi Ismail dan Moh. Achyat Ahmad, menerbitkan sebuah buku yang menelaah dan mengkoreksi pemikiran Agus Mustofa.
Sekulerisme Membuat Orang Tidak Toleran
Sebuah pengalaman yang bisa menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia terkait dengan paham sekulerisme. Dari berbagai kunjungannya ke negara-negara Barat, Hamid Fahmy Zarkasyi berkesimpulan bahwa sekulerisme di Barat mengalami kebingungan. Bagaimana tidak, ternyata menjadi sekuler tidak membuat orang jadi bijak bestari. Justru yang terjadi, negara-negara yang menerapkan sekulerisme semakin tidak toleran dengan agama.
MUI: Hiasan Natal, Provokatif
Jakarta- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut hiasan Natal di gedung belanja, pusat hiburan dan tempat umum sudah 'keterlaluan dan provokatif'.
"Seharusnya hiasan Natal jangan mencolok karena umat Islam menjadi mayoritas di negara ini, kalau tidak perasaan mereka akan tersinggung," kata Muhyidin, salah seorang pengrus MUi pusat.
Mahfud MD: SKB 2 Mentri, penting
Inpasonline, 23/12/10
Menanggapi pertanyaan seorang peserta dalam forum Sarasehan Nasional tentang pemikiran Gus Dur di PP Tebu Ireng (18/12/2010) tentang SKB 2 Menteri tentang pendirian rumah ibadah. Mahfud MD menyatakan SKB 2 menteri penting, harus ada dan tidak boleh dihapuskan. Menurutnya, Konvensi Internasional bukan hanya membolehkan tetapi bahkan mengharuskan negara-negara untuk memelihara kerukunan beragama dan negara boleh mengatur kehidupan beragama agar tercapai kerukunan beragama.
Sarasehan Nasional Gus Dur di PP Tebu Ireng
inpasonline, 23/12/10
Forum Sarasehan Nasional tentang pemikiran Gus Dur diadakan kemarin (18/12/2010) di PP Tebu Ireng dengan nara sumber Mahfud MD (ketua MK), Lukman Syaifuddin (wakil MPR dari PPP) dan Prof. Yudian (UIN Jogyakarta). Acara tersebut juga dihadiri beberapa tokoh dan kiai, diantaranya KH. Sholahuddin Wahid (pengasuh PP Tebu Ireng) dan juga KH. Aziz Masyhuri (ketua dewan syuro PKB Muhaimin)