Sambut Kebangkitan Islam Tanpa Pertumpahan Darah
Inpasonline, 21/05/11
Suatu peradaban akan bangkit, jika elemen-elemen pembentuknya terintegrasi dalam satu komunitas yang besar. Persoalannya sekarang, bagaimana Negara-negara Islam saat ini membangun elemen-elemen peradaban Islam itu secara integral.
Menurut Dr. Siti Muti’ah Setiawati,MA, dosen Kajian Timur Tengah (KTT) Pascasarjana UGM Yogyakarta, sesungguhnya masyarakat Eropa telah memberi contoh bagaimana cara suatu bangsa itu bisa bangkit. Saat ini Eropa telah memiliki mata uang tunggal yaitu Euro. Sebelumnya mereka membentuk komunitas, seperti kerjasama perdagangan besi dan batu bara. Kerjasama inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).
MUI: Jangan Asal Datang, Lihat Keterkaitan NII KW IX dengan Al-Zaytun
Inpasonline, 19/5/11
Sikap Menteri Agama yang terkesan membela Al-Zyatun mendapat respon dari MUI Pusat. Menurut MUI, untuk membuktikan keterkaitan itu tidak bisa dilakukan hanya dengan asal datang ke Ma'had Al Zaytun.
Hedi Muhammad: Pernyataan Menteri Agama tentang Al-Zaytun Prematur
Kamis pagi (12/5) Hedi Muhammad,Koordinator Tim Investigasi Aliran Sesat [TIAS] Sekretaris Jenderal Forum „Ulama Ummat Indonesia [FUUI], mengatakan bahwa pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali mengenai Al-Zaytun tidak terkait NII-Gadungan, sebagai pernyataan prematur.
Hedi Muhammad juga mengatakan bahwa Menteri Agama tidak mengkaji terlebih dahulu hasil penelitian Litbang Depag yang justru menemukan hubungan antara NII-Gadungan dengan Al-Zaytun.
Pada siang harinya Menteri Agama membantah dengan mengatakan: “Bisa saja dibilang prematur. Tapi yang saya sampaikan itu konfirmasi dari penelitian litbang. Litbang sangat komprehensif dari guru, murid dan literatur, juga kurikulum. Penelitian itu bukan penelitian abal-abal, tapi punya kualitas.” Dan keesokan harinya Menag berkata: “Saya sendiri sudah membaca juga hasil penelitian itu”.
Berikut Wawancara dengan Hedi Muhamamad:
Kuasai Ilmu Syar’i Dulu, Baru Pelajari Teori Barat
Salah satu tantangan pesantren saat ini adalah munculnya pemikiran dekonstruksi ilmu syar’i. Seperti misalnya yang telah berkembang, yakni mengganti makna agama, kerancuan konsep Tuhan dan doktrin teologi global yang mengajarkan pluralisme. Pesantren yang memiliki Ma’had ‘Aly (perguruan tinggi pesantren) perlu meresponnya dengan benar.
Awas Provokasi, HUT Kemerdekaan Israel di Jakarta
Inpasonline, 13/05/11
Seseorang yang mengaku bernama Unggun Dahana menyebarkan undangan terbuka di situs indonesianchristian, untuk bersama-sama menggelar perayaan Hari Kemerdekaan Israel dengan tujuan untuk menjalin persahabatan. Pada bagian atas situs tersebut terpampang header “Pengikut Kristus Pendukung Israel.” Tanggal 9 April 2011 Anggun memposting pengumuman berjudul “Peringatan Hari Kemerdekaan Israel di Jakarta” sebagai berikut: