Al-Bukhari, Paling Unggul di Tengah Kritik
Oleh Kholili Hasib*
Al-Jami' al-Shahih atau yang dikenal dengan Kitab Shahih al-Bukhari adalah kitab hadis yang menduduki peringkat pertama di antara al-Kutub al-Sittah (enam kitab hadis yang menjadi referensi). Sebab, hadis-hadis dalam kitab Bukhari terbukti secara ilmiah memiliki tingkat validitas yang tinggi.
Walaupun demikian, beberapa golongan mengkritik, menghujat dan menolak hadis Bukhari, sebagian atau seluruhnya. Alasan penolakan mereka bermacam-macam. Ada yang menolak ketidaksempurnaan hadis tersebut, tidak yakin dengan hukum-hukumnya, ada yang skeptis dengan memandang dari sifat kemanusiaan al-Bukhari, yaitu manusia biasa, yang bisa salah dan lalai.
Para ulama’ sepakat menempatkannya pada posisi istimewa. Imam Ibnu Shalah dalam Musthalahul Hadisnya memuji Shahih Bukhari dengan julukan “Kitab paling shahih setelah Al-Qur'an”. Diakui sebagai kitab hadis paling valid. Dan metodologi Imam Bukhari dalam menyeleksi hadis sangat ketat.
Meneladani Ketegasan KH. Hasyim Asy’ari
Oleh Kholili Hasib*
Inpasonline.com, 15/12/11
Menyikapi isu-isu khilafiyyah yang makin meruncing seperti sekarang ini dan gelombang arus pemikiran yang tidak terarah, KH. Hasyim Asy’ari patut menjadi teladan. Ia pendiri NU yang dikenal tegas terhadap pemikiran di luar Islam, dan menyeru pada pentingnya ukhuwah Islamiyyah.
Imam Zarkasyi, Pendidik Sukses yang Meyakini Kekuatan Tulisan
Oleh M. Anwar Djaelani
Inpasonline.com, 12/12/2011
“Andaikata murid saya tinggal satu, akan tetap saya ajar. Yang satu ini sama dengan seribu. Jika yang satu inipun tidak ada, saya akan mengajar dunia dengan pena”. Itulah tekad Imam Zarkasyi, pada 1936. Siapa dia?
‘Gurita Syafruddin’ dan Bentley Pejabat
Oleh M. Anwar Djaelani
Inpasonline.com, 10/12/11
“Politisi Tajir di Gedung Wakil Rakyat”. Itulah judul serial tulisan yang diturunkan Jawa Pos edisi 21, 22, dan 24 November 2011. Bahwa, relatif cukup mudah menjumpai pejabat –setingkat anggota DPR- berperforma mewah. Kemewahan itu –antara lain- tercermin lewat mobil dengan kisaran harga 1 M sampai 7 M yang dikendarai mereka. Isu ini menarik karena mencuat di sekitar hari-hari ketika Syafruddin Prawiranegara ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Mengapa?
Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya – Suatu Ekspresi Kekristenan Jawa pada Abad XIX
Inpasonline.com, 29/11/11
Buku berjudul Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya – Suatu Ekspresi Kekristenan Jawa pada Abad XIX, merupakan disertasi teologi dari pendeta Soetarman Soediman Partonadi, saat menempuh studi S3 di Vrije Universiteit Amsterdam, Fakultas Teologi. Buku ini mengulas seputar kiai[1] Sadrach dan jemaatnya yang merupakan ekspresi kekristenan Jawa yang kontekstual pada zamannya.