Category: Opini

Opini

India-Centric: Kejahilan Melihat Islam dan Sejarah Islam Nusantara

oleh: Abdullah al-Mustofa

Inpasonline.com, 07/12/11

Berdasarkan pandangan “India-Centric” para sejarawan berpendapat, Islam di Nusantara berasal dari India dan para pionir penyebar Islam di Nusantara adalah para pedagang India, demikian ungkap Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam ceramahnya pada acara “Special Lecture Series” yang diselenggarakan CASIS-UTM (Centre for Advanced Studies on Islam, Science and Civilization-University Teknologi Malaysia) di kampus internasional UTM Kuala Lumpur Malaysia beberapa waktu lalu.

Opini

Hikmah di Balik Hijrah Nabi

 

Oleh Bahrul Ulum

 

Pada bulan Muharram ini terjadi sebuah peristiwa yang sangat bersejarah bagi umat Islam, yaitu hijrahnya Rasulullah dari kota Mekkah ke Madinah.

Momen ini merupakan tonggak sejarah besar dalam perjalanan dakwah Rasulullah yang sangat menentukan bagi kesuksesan beliau dalam mengemban risalah dakwah Islam.

Opini

Tentang ‘Pesona’ Ustadz Muda di Televisi

Kartika Pemilia Lestari

Inpasonline.com, 07/12/11

“Saya bukan pelawak. Jadi tidak bisa melucu,” tutur Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Direktur Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor dalam sebuah forum di Surabaya (2/11/2011). Ustadz Hamid sedikit menyoroti kemunculan ustadz-ustadz muda penuh ‘pesona’ yang akhir-akhir ini tampak seperti menjadi selebriti baru di layar TV. ‘Selebriti’ baru berlabel ustadz ini rata-rata memiliki genre yang sama: senang membanyol bak pelawak.

Opini

A Good Muslim Scholar = A Good Muslim

 

Oleh Kartika Pemilia Lestari*

 

I venture to maintain that the greatest challenge that has surreptitiously arisen in our age is the challenge of knowledge, indeed, not as against ignorance; but knowledge as conceived and disseminated throughout the world by Western civilization.” (Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas).

Opini

Adil dalam Menyikapi Perbedaan

Oleh Kholili Hasib*

Perbedaan dalam alam pikir manusia yang merupakan sunnatullah haruslah disikapi dengan adil. Adil adalah menempatkannya pada koridor syariah, bukan rasio semata atau hawa nafsu.  Adanya perbedaan, bukannya menjadi dalil untuk membiarkan perbedaan itu berjalan secara liar dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, terdapat otoritas yang mengatur persoalan keagamaan. Islam bukan seperti aliran postmodern yang kata Francois Lyotard anti-otoritas, tidak mengenal benar dan salah atau menurut Ernest Gellner curiga kepada kebenaran ilahiyyah.