Kesalahpahaman Pluralisme Agama
Oleh Ali Rama
Salah seorang ikon kaum liberal bernama Mohammad Abid Al-Jabiri meninggal pada hari senin (3/5) pada usia 75 tahun. Al Jabiri merupakan tokoh liberal yang menjadi rujukan dan panutan bagi kaum liberal khususnya bagi mereka yang berminat pada filsafat Islam. Al Jabiri hanyalah salah satu diantara sekian banyak tokoh-tokoh liberal yang saat ini pemikiran dan idenya diagung-agungkan bahkan didewakan oleh para penggiat paham liberal di tanah air.
Menimbang kembali Pendidikan Multikulturalisme
Peserta Program Kaderisasi Ulama ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor angkatan ke tiga
Arus globalisasi terus mengalir dalam kehidupan masyarakat. Beberapa agenda-agendanya diluncurkan dan ditawarkan dipenjuru wilayah. Liberalisme, sekulerisme, pluralisme adalah agenda globalisasi, paham-paham tersebut terus menggerogoti pola pikir masyarakat. Kehadiran globalisasi perlu diwaspadai, sebab dari bebarapa agendanya sangat membahayakan bagi kehidupan masyarakat, baik sosial, budaya, politik bahkan agama. Salah satu wacana yang hadir dalam kehidupan masyarakat pada saat sekarang adalah istilah multikulturalisme. pada tulisan ini akan membahas tentang multikulturalisme.
Geliat Gay-Lesbian dan ‘Lapindo’
Oleh M. Anwar Djaelani
“Surabaya Tuan Rumah Konferensi Lesbian dan Gay Se-Asia”. Berita di Jawa Pos 23/3/2010 itu mengejutkan. Lebih dari seratus anggota International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and Intersex Association (Ilga) Asia berencana berkonferensi di Surabaya pada 26-28/3/2010. Apa “Kata dunia” jika acara itu benar-benar terlaksana ?
Orientasi Seksual yang Posmo – Mendekonstruksi Foucault
Upaya penyelenggaraan konferensi regional International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Intersex Association (ILGA) di Surabaya merupakan bukti nyata bahwa posmodernisme kini memasuki tahap yang sangat akut. Identitas homoseksual - sebagai orientasi seksual yang posmo – coba dicarikan legitimasinya. Hal ini sesuai dengan jasa Michel Foucault - seorang posmodernis kawakan dari Prancis - terhadap kajian posmodernisme. Dalam salah satu karyanya, ”Madness and Civilization”, Foucault mengawali gagasannya tentang ”arkeologi kebisuan penderita kegilaan”, dengan meluncurkan hipotesis bahwa homoseksual adalah the otherness atau aspek yang terlupakan, terbungkam, dan terpinggirkan, namun sebenarnya bagian dari wacana ilmiah (baca : mengandung kenormalan), sehingga sudah sepatutnya diberi ruang. Kegilaan Foucault ini tentunya harus didekonstruksi.
Facebook, Citra, dan ‘Jebakan’
Oleh M. Anwar Djaelani
Facebook termasuk buah dari ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kapanpun, buah iptek memiliki dua aspek, manfaat dan mudharat. Jika tak kita manfaatkan secara benar, Facebook bisa merusak citra seseorang dan bahkan bisa terkategori turut meruntuhkan Islam. Mengapa?