Pemalsuan dan Otentisitas Hadits
Ainul Yaqin
Salah satu kritik beberapa pihak terkait dengan otentisitas hadits adalah adanya paktik pemalsuan hadits. Mereka menyimpulkan bahwa banyaknya pemalsuan hadits menyebabkan susahnya mencari hadits yang otentik sehingga dengan gegabah berkesimpulan, tidak ada hadits yang otentik. Sebagai bukti, Ulil mengutip pendapat Abu Rayyah:
Subyektifitas dalam Verifikasi Sanad
Ainul Yaqin
Islam mengajarkan bahwa kesahihan berita ditentukan oleh kredibilitas orang yang menyampaikan berita. Ketika orang yang menyampaikan berita dikenal jujur, maka berita yang disampaikan bisa diterima. Namun, jika yang menyampaikan berita tidak kredibel, misalnya dikenal kurang jujur apalagi pendusta, maka berita yang disampaikan perlu diklarifikasi.
Pluralisme Agama dan Fatwa MUI
Ainul Yaqin
Istilah pluralisme agama merupakan istilah yang cukup populer, tetapi sering disalahpahami pengertiannya. Beberapa pihak memahami pluralisme agama sama dengan pluralitas agama. Sebagian yang lain memahami makna pluralisme agama sama dengan toleransi beragama.
Pengaruh Orientalis dalam Penafsiran Al Qur’an
Oleh Bahrul Ulum
Alphonse Mingana, seorang orientalis dan pendeta Kristen asal Iraq, pada tahun 1927 mengatakan, "Sudah tiba saatnya sekarang melakukan studi kritis terhadap teks Al-Qur'an sebagaimana telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani,'.
Kehendak Tuhan Islam VS Tuhan Yunani
Oleh Bahrul Ulum
Para filsosof Yunani seperti Pitagoras berkeyakinan bahwa kehendak manusia itu berdiri sendiri. Ia tidak dipengaruhi oleh kehendak apapun, termasuk kehendak Tuhan. Ini karena Pitagoras tidak percaya adanya Tuhan.