Author: admin

Fikih dan Syariah

Filsafat dan Konsep Ketuhanan Menurut Al-Kindi

Oleh: Kholili Hasib

 

Pendahuluan

Al-Kindī (185-260 H) dikenal sebagai filosof muslim yang berusaha mengkompromikan antara teori filsafat dan agama dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu yang benar (knowledge of the truth)[1]. Ia dikenal sebagai filosof yang pertama kali membwa sistem pemikiran yang berdasarkan logika filsafat Yunani[2]. Tujuan filsafatnya adalah mencari yang benar. Mencari yang benar itu menurut al-Kindī tidak lain sama halnya dengan yang dipraktikkan dalam mempelajari agama. Kajian tentang sesuatu yang benar abolut ini bagi al-Kindī adalah pengkajian konsep Tuhan.

Opini

Jangan Ada Bohong di antara Kita!

 

Oleh M. Anwar Djaelani*

 

“Tokoh Lintas Agama Kritik SBY”. Itulah judul berita menarik di Jawa Pos, 11/1/2011. Intinya, sejumlah tokoh lintas agama bertemu pada 10/1/2011, lalu mencanangkan tahun ini sebagai tahun perlawanan terhadap kebohongan dan pengkhianatan.

Internasional

Polisi Jerman Tangkap Penyerang Masjid

Inpasonline, 24/1/11
Berlin- Pengadilan memerintahkan menahan seorang pria karena dicurigai meledakkan bom bensin di beberapa masjid di ibukota Jerman beberapa bulan lalu.
Tidak ada seorangpun cedera dalam peledakan tersebut, namun serangan itu telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam di Jerman.
Tersangka berusia 30 tahun itu ditangkap kemarin malam oleh detektif yang menguntitnya melalui satu lembar koran yang dipesan oleh pria tersebut dari koran BZ.

Opini

Memahami Hadits Yang Benar

Oleh Bahrul Ulum

 

Sunnah menurut bahasa adalah ath-thariqah atau as-sirah, yang artinya jalan atau perjalanan. Bila dikatakan "Sunnah Nabi", itu artinya perjalanan Nabi Shallahu alai wasalam di dalam mengamalkan dan menda'wakan Islam, yang meliputi dakwah tentang aqidah,  ibadah,  muamalah, akhlak, dan lain-lain. Dan inilah yang terkenal dengan nama sunnah muradif atau lebih dikenal dengan nama hadits. (al-Hadits wal Nuhaditsun oleh Syaikh Muhammad Abu Zahuw)

Nasional

CSR Dan MLM Sebagai Bukti Kegagalan Ekonomi Liberal

Inpasonline, 21/01/11 

Sistem ekonomi liberal dikenal juga sebagai sistem ekonomi pasar bebas, dalam sistem ekonomi ini, modal menjadi faktor yang sangat penting. Sebuah sistem ekonomi dimana jalannya ekonomi diserahkan sepenuhnya dengan mekanisme pasar, negara sangat dibatasi perannya dalam mengintervensi pasar. Sistem ekonomi ini juga melarang adanya pembatasan-pembatasan, dan diarahkan kepada kebebasan bersaing. Oleh karenanya ia disebut sebagai sistem ekonomi Liberal.

Salah satu ciri utama sistem ekonomi liberal adalah persaingan bebas dalam pasar. Persaingan bebas ini membawa beberapa konsekuensi, diantaranya: