Year: 2011

Nasional

Kader Dakwah Harus Jadi Pemain di Lapangan

Inpasonline, 28/05/11 

Surakarta-Tantangan dakwah ke depan akan semakin berat, sebab umat Islam menghadapi era globalisasi yang tidak bisa dicegah serta dibendung. Di era penuh kebebasan dan keterbukaan ini, tidak ada lagi kamus malu dan segan menampakkan dukungan pada kemungkaran. Kasus Benyamin Ketang contohnya, secara terang-terangan dia mengakui bahwa di 28 propinsi di seluruh Indonesia sudah berdiri Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC). Ditambah lagi, IIPAC berani mengadakan perayaan kemerdekaan Israel tanpa ijin Polri di sebuah hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (14/5) lalu.
Opini

Surabaya Menuju Kultur Buku

Kartika Pemilia Lestari

(Peneliti InPAS)

Menjelang hari jadinya yang ke-718 pada 31 mei 2011, apa yang akhir-akhir ini paling menarik perhatian warga Surabaya? Benar, taman bunga dan pusat kuliner (rumah makan). Sebagai orang yang telah menetap lebih dari 10 tahun di kota kedua terbesar kedua di Indonesia ini, maka saya merasakan betul pengaruh kedua hal tersebut terhadap ekpektasi dan gaya hidup warga Surabaya. Mata kita yang senang melihat keindahan akan dimanjakan oleh banyaknya taman bunga yang digarap serius oleh Dinas Pertamanan Surabaya. Sepuluh tahun lalu, Surabaya terasa sangat ‘garing’; minus keberadaan taman bunga, udara yang panas makin terasa panas. Kemudian keberadaan pusat kuliner yang sangat pesat di seantero Surabaya berhasil menggiatkan sektor perdagangan dan pariwisata Surabaya. Surabaya makin sering dilirik para investor dan media nasional; makin banyak orang di Indonesia yang tahu bahwa di Surabaya ada Rawon Setan.

Nasional

Hedi Muhammad: Kenapa Panji Gumilang Tidak Ditangkap?

Inpasonline, 27/5/11

Menyikapi perkembangan kasus Gerakan Sesat NII Panji Gumilang, dalam kapasitas sebagai Koordintor TIAS dan Sekjen Forum ‘Ulama Ummat Indonesia [FUUI], Hedi Muhammad menyampaikan statemen melalui bentuk wawancara, yang selengkapnya sebagai berikut :

Apakah Anda menilai kinerja pemerintah dalam menuntaskan kasus NII-Gadungan sekarang serius?

Karena kata “Pemerintah” terlalu luas, termasuk di dalamnya seorang Menteri yang justru beropini lain, izinkan saya menjawab secara spesifik. Ya, Polri sedang bekerja amat keras, bahkan siang malam selama 10 hari ini mulai lari sprint, tidak dalam arti hendak memaksakan kasus, melainkan didesak oleh banyaknya saksi dan fakta pendahuluan yang menurut kelumrahan hukum memang harus segera ditindaklanjuti. Sekarang semua mata melihat langsung ke Mabes Polri, justru karena mereka ingin valid secara hukum maka kerja keras pengumpulan bukti dan saksi makin ditingkatkan. Tadi malam saya berkoordinasi dengan Subdit Kamneg Mabes Polri hingga larut, dalam pertemuan itulah saya menyaksikan integritas para penegak hukum yang harus diacungi jempol; mereka amat gerah karena NII Panji Gumilang, tapi mereka tidak mau bergeser sedojit pun dari objektivitas. Sebelum pertemuan khusus itu diakhiri, AKBP Brury bilang, “Kami akan tegakkan hukum dengan cara yang tegak pula, tidak bungkuk, jika prasyarat hukum terpenuhi, siapapun harus kami tindak!”

Pemikiran Islam

Politik Liberalisasi Amerika Serikat terhadap Pendidikan Islam di Indonesia – Tinjauan Kritis atas Globalisasi (Tulisan 2)

 Oleh Kartika Pemilia Lestari*

A.    AS dan Dekonstruksi Pendidikan Islam di Indonesia

            Peristiwa 11 September 2001 menandai babak baru dalam proses globalisasi. Kini, setelah peristiwa dramatis tersebut, upaya-upaya Barat untuk menyebarkan nilai, ide, konsep, sistem dan kultur Barat ke Dunia Islam semakin gencar dan merupakan kerjasama kompak antara Barat kolonialis, orientalis, dan misionaris. Karena hal ini berkaitan dengan pemikiran, maka medium yang digunakan untuk menyebarkan konsep dan pemikiran Barat adalah medium untuk pemikiran yang berupa karya-karya ilmiah, seperti buku, makalah-makalah dan workshop-workshop maupun berupa opini di media elektronik dan media massa. Namun, medium yang paling efektif bagi penyebaran teori, konsep, dan ideologi adalah bangku-bangku kuliah di perguruan tinggi melalui mulut para intelektual, ulama, saintis, budayawan, dan sebagainya. Melalui berbagai sarana inilah maka secara teknis; paham, ide, konsep, sistem dan teori liberalisme Barat disebarkan ke Dunia Islam.[1]

Internasional

PKU ISID Gontor Daurah ke Kuwait

Kuwait City - Untuk pertama kalinya, Program Kaderisasi Ulama (PKU) Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor mengikuti daurah pelatihan calon da’i di Kuwait. Daurah ini diadakan oleh Markaz al-Wasathiyyah Kuwait. Kebetulan di Kuwait juga memiliki program pendidikan calon Ulama’. Kegiatan ini di bawah naungan Kementrian Wakaf Kuwait.