Serba-Serbi Istihlal
Inpasonline.com, 02/10/11
“Istihlal berkaitan dengan budaya saling meminta maaf meski baru i’tirof atau pengakuan (di mulut saja, red) saja. Para ulama mengatakan, “meminta maaf itu bisa menghapus kesalahan (pengakuan dosa bisa menghapus dosa, red)”, tukas KH. Ihya’ Ulumuddin dalam acara Istihlal Persyarikatan Dakwah al-Haromain, Minggu, 18 September 2011.
Di Korea, Keranjingan Belajar Malah Dirazia Polisi
Inpasonline.com, 02/10/11
Jika di Indonesia polisi disibukkan dengan razia tempat-tempat maksiat, di Korea polisi justru disibukkan dengan merazia anak-anak yang ketagihan belajar.
Kehidupan di Korea Selatan memang kompetitif. Semua orang ingin anaknya menjadi yang terbaik dari segi akademik. Kawan saya di sana berkisah anaknya yang baru menginjak umur 3 tahun sudah harus masuk sekolah berasrama (boarding school) dari Senin hingga Jumat. Otomatis hanya 2 hari bertemu dengan ayah-bundanya tersayang.
Krisis Ekonomi Eropa Memasuki Masa Berbahaya
Inpasonline.com, 02/10/11
Ekonomi dunia kini memasuki masa berbahaya, kata ekonom kepala Dana Moneter Internasional Olivier Blanchard. Sebanyak 17 negara pengguna euro diperkirakan tahun ini mengalami pertumbuhan 1,6 persen, sedangkan tahun depan 1,1 persen.
Nyawa TKW Ditebus dengan Hapalan Al-Qur’an
Inpasonline.com, 02/10/11
Kabar buruk mengenai nasib TKI di Arab Saudi seringkali membuat kita miris sekaligus geram. Namun, seandainya saja seluruh majikan berlaku seperti majikan Siti Zainab, tentu persoalan TKI tidak akan serumit sekarang ini.
Prof. Dr. H. M. Rasjidi, Pemikiran & Perjuangannya (Bagian Pertama)
Kartika Pemilia Lestari *
“Yang benar adalah Prof. Rasjidi”, kata Prof. Toshihiko Izutsu[1], seorang guru besar Universitas McGill Kanada, membela Prof. Rasjidi yang saat itu tengah “disidang” atas keberaniannya membantah teori Joseph Schacht[2]. Rasjidi dianggap telah merongrong wibawa para pemimpin orientalis.