Year: 2011

Nasional

Kecaman Putin dan Adab Terhadap Mayat

Inpasonline.com, 28/10/11

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Rabu, mengecam cara media dunia meliput kematian pemimpin Libya yang digulingkan Muammar Qaddafi. “Hampir seluruh keluarga Qaddafi dibunuh. Mayatnya ditunjukkan pada semua saluran TV dunia. Itu tak mungkin untuk melihatnya tanpa muak,” kata Putin pada pertemuan dewan koordinasi Front Seluruh Masyarakat Rusia.

Nasional

Historical Fact And Fiction Muslim Indonesia & Malaysia

Inpasonline.com, 28/10/11

“The spread of Islam by these Arab missionaries in the Malay world was not a haphazard matter, a disorganized sporadic affair...It was a gradual process, but it was planned and organized and executed in accordance with timelines and situation”

(Prof. SMN al-Attas, Historical Fact and Fiction hal 32)

Keberadaan masyarakat Muslim di Indonesia dan Malaysia menjadi kekuatan besar di dunia, bahkan bila didukung umat Islam di kawasan Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, dan Thailand diharapkan mampu menunjukkan kebangkitan dunia Islam.

Nasional

Tukang Kebun Lewat Di Depan Presiden Saja Kok Heboh

Inpasonline.com, 25/10/11

Di Indonesia, kehebohan kerap terjadi karena hal-hal yang tidak terlalu penting. Misalnya, baru-baru ini santer diberitakan di berbagai media mainstream sebuah kehebohan yang terjadi saat acara pembukaan ASEAN FAIR di Nusa Dua Bali, Senin, 24 Oktober 2011. Seorang tukang kebun masuk dengan sepeda onthelnya di depan tempat duduk Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY). Kontan saja, bapak tua tersebut mengundang kehebohan Paspampres yang langsung mengamankan tukang kebun tua tersebut.  Dan kabarnya Paspampres mendapat teguran keras dari atasannya atas kelalaiannya tersebut.

Nasional

Menyoal Pelarangan Buku-Buku Islam yang Tidak Bersalah

Inpasonline.com, 25/10/11

Lawan buku dengan buku. Jika tak suka, buat saja buku tandingan. Para ulama di negara-negara Arab yang kerap dituduh tidak demokratis biasa melakukan kerja intelektual semacam ini. Namun, kebijakan potong kompas pemerintah Indonesia dengan melakukan pembredelan terhadap buku-buku yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan politik negara ini rupanya masih mewarnai negeri ini.