Imperialisme Baru
Judul: Imperialisme Baru
Penulis: Nuim Hidayat
Penerbit: Gema Insani Press, Jakarta
Tahun: 2009, 202 hlm. ; 20,3 cm.
Presensi : M. Masykur
Nasehat KH. Hasyim Asy’ari
Nasehat ini disampaikan oleh KH. Hasyim Asy’ari dalam Muktamar NU ke-11 di Banjarmasin 1936 dan Muktamar NU ke-15 di Surabaya 1940. Menurut sumbernya, pidato nasehat ini sudah sulit ditemukan walaupun di rak buku kaum nahdliyyin sendiri.
Antara Tradisi Ilmu Islam dan Barat
Antara Tradisi Ilmu Islam dan Barat (Sebuah Tinjauan Historis)
Oleh : Ahmad Furqon Muntashir
Pendahuluan
Tidak ada satu peradaban yang bangkit tanpa didahului oleh bangkitnya tradisi ilmu, baik itu peradaban kuno maupun peradaban modern. Mengapa tradisi ilmu?, sebab manusia memiliki kemampuan untuk berfikir dan rasa ingin mengetahui akan sesuatu di luar dirinya. Setiap manusia akan dihadapkan pada pertanyaan filosofis yang menyangkut eksistensi dan realitas alam semesta termasuk diri manusia itu sendiri sebagai bagian dari kosmologis. Pertanyaan itu adalah dari mana manusia berasal?, untuk apa manusia diciptakan?, dan akan kemana manusia mengakhiri hidupnya?. Ketiga pertanyaan inilah kemudian memunculkan aliran-aliran filsafat besar dunia yang mana satu dengan yang lainnya berusaha memberikan jawaban tentang Hakekat Manusia, Alam Semesta dan Tuhan.
Dr. Adian Husaini Roadshow Se Jawa
Oleh: Susiyanto
(Mahasiswa Magister Pemikiran Islam-Universitas Muhammadiyah Surakarta)
Hampir dua minggu saya berkesempatan mengikuti perjalanan “Roadshow Peradaban Islam” DR. Adian Husaini di beberapa kota di Pula Jawa. Perjalanan cukup panjang ini merupakan bagian dari rangkaian dakwah dalam memberikan informasi secara luas terhadap masyarakat Islam dan menjalin silaturrahim dengan berbagai komponen umat Islam.
Lebih Dekat dengan Dr.Adi Setia
Dalam dunia akademik Malaysia, nama Dr. Adi Setia sudah tidak asing lagi. Ia telah mendapat pengakuan sebagai ilmuwan muda Muslim yang ide-ide dan gagasannya briliyan. Pengakuan ini sebenarnya tidak mengherankan karena ia termasuk anak muda yang bisa duduk sejajar dengan para cendekiawan Muslim tua Malaysia dalam sebuah lembaga keilmuan yang bergengsi.