Ibnu Thufayl, Menjelaskan Filsafat Lewat Novel ”Hayy Ibnu Yaqzan”
Oleh: Kartika Pemilia Lestari
Peradaban Islam melahirkan banyak ahli filsafat yang ternama. Namun entah mengapa filsafat dan kesusastraan Islam tetap dianggap sebagai satu kelompok yang hilang dalam sejarah pemikiran manusia. Jangan heran bila dalam studi sejarah pemikiran lebih mengenal tokoh-tokoh yang berasal Yunani dan Barat ketimbang dari Islam.
H.M.Rasjidi, Pembendung Sipilis
Suatu hari di Universitas McGill, Kanada, Prof. Joseph Schacht, pentolan orientalis internasioal yang sangat disegani menyampaikan ceramahnya. Ia mengatakan bahwa Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam (Saw) tidak mendirikan pemerintahan, tetapi hanya membentuk umat. Maka segala perselisihan di antara pengikutnya diselesaikan lewat arbitrase (lembaga penyelesaian sengketa). Artinya, Muhammad Saw tidak menghendaki pembentukan sistem hukum, ia hanya menjadi penengah.
Nuruddin Mahmud Zanki: Penggelora Jihad Melawan Pasukan Salib
Dalam sejarah Perang Salib, kaum Muslimin sangat mengenal sosok pejuang Salahuddin al-Ayubi dibanding Nuruddin Mahmud Zanki. Namanya tak setenar Salahuddin, sang pembebas kota Yerussalem dari kekuasan pasukan Salib (selanjutnya dibaca salib). Meski demikian, Nuruddin-lah yang pertama kali menggelorakan semangat perjuangan itu.
Kerancuan Perspektif Sejarah Islam Kaum Liberal (1)
(Studi Kasus Buku Kebenaran yang Hilang, Karya Farag Fouda)
Oleh: Asep Sobari, Lc.*
I. Pendahuluan
Pergulatan antara kebenaran (haq) dan kebatilan merupakan sunnatullah yang telah ditetapkan secara azali sebagai ujian (`ibtila’) bagi manusia, guna menyeleksi anasir yang baik dari yang buruk, sehingga di akhirat kelak, Allah swt. akan menempatkannya pada posisi balasan (jaza’) yang layak dengan hasil ujian masing-masing. “Dan hanyalah milik Allah, segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, supaya Dia memberi balasan (neraka) kepada orang-orang yang berbuat jahat atas apa yang telah mereka kerjakan. Dan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan balasan yang lebih baik (surga)”. (al-Najm: 31).
Cordoba, Kota Peradaban Islam di Eropa yang Hilang
Oleh Bahrul Ulum
Kota Cordoba, yang awalnya bernama Iberi Baht, dibangun pada masa pemerintahan Romawi berkuasa di Guadalquivir. Lima abad kemudian, kota ini berada dalam kekuasaan Bizantium di bawah komando Raja Goth Barat.