CIA Memata-matai Umat Islam AS
Inpasonline, 26/8/11
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), mendesak Senat Amerika untuk melakukan penyelidikan terhadap Badan Intelejen Pusat (CIA) dan Departemen Polisi New York (NPYID) yang telah dinilai memata-matai kegiatan umat Islam.
Mengenal Lembaga Amil Zakat Muslim Amerika
Inpasonline.com, 23/08/11
Menunaikan zakat adalah salah satu dari rukun Islam yang wajib dilakukan oleh umat Islam di manapun ia berada. Berbagai hal terkait dengan zakat hampir sudah dijelaskan oleh sumber-sumber hukum Islam, termasuk berbagai fatwa para ulama. Di banyak negara yang penduduknya mayoritas Muslim, pemerintah biasanya berperan besar dalam mengumpulkan dan menyalurkan zakat. Namun, tidak demikian halnya yang terjadi di Amerika. Di negara paman Sam ini, justru pengelolaan zakat dilakukan oleh Zakat Foundation of America, yang berkantor pusat di Chicago.
Mengapa Sulit Sekali Menyebut Breivik Teroris?
Inpasonline.com, 30/07/11
The Guardian menyebut Breivik ‘insane’ alias ‘gila’, the Washington Post masih ragu menyebutnya teroris; masih berkutat dengan term ‘mad man’, dan tidak satu kalipun harian the New York Time menggunakan term ‘terrorist’ saat mengulas Breivik. The New York Time sebagai koran paling berpengaruh di Amerika Serikat berulang kali menyebut Breivik sebagai ‘mad man’.
Menilik Persiapan Teroris Pemuja Freemason
inpasonline.com, 27/07/11
Anders Behring Breivik, pelaku aksi terorisme di Norwegia (22/7) ternyata sudah merencanakan aksi terorismenya sejak sembilan tahun lalu. Dia mengumpulkan uang dari hasil usahanya, pabrik pupuk Breivik Geofarm, untuk membeli senjata dan bahan baku bom. Mulanya dia tinggal di sebuah apartemen. Demi rencananya itu, dia rela pindah dan tinggal bersama ibunya untuk berhemat.
Khawatir Islamisasi Eropa, Manifesto Breivik Sangat Anti-Islam
inpasonline.com, 27/07/11
Headline harian Republika pada Selasa, 26 Juli 2011 sangat menarik : Menolak Multikultur. Ini masih berbicara seputar aksi terorisme di Norwegia. Gerakan kaum ekstrim kanan di Eropa meresahkan. Berdasarkan pengakuan Breivik, masih ada dua sel teroris lagi di organisasinya. Seharusnya aksi terorisme mereka masuk sebagai target sasaran program Global War on Terror yang dikompradori oleh Amerika Serikat. Dan RAND Corporation sepertinya juga harus melakukan “analisa objektif dan solutif terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat ataupun individu di seluruh dunia” terhadap permasalahan gerakan ekstrim kanan yang tengah membelit Eropa, sama seperti yang mereka lakukan saat Islam menjadi tertuduh atas berbagai tindakan terorisme. Toh, Amerika dan Eropa punya tekad sama kuat untuk membasmi terorisme. Ah, tapi mana suara Amerika?