DISKUSI ILMIAH REGULER INPAS KE 6
INPAS akan mengadakan diskusi ilmiah reguler ke 6 pada hari Jum'at, tanggal 26 Juni 2009. Diskusi yang bertempat di masjid Al-Akbar Surabaya, ruang Abu Bakar (basement) ini menghadirkan Dr.Syamsuddin Arif dan DR. Anis Malik Thaha dari Malaysia. Keduanya adalah dosen International Islamic University Malaysia (IIUM). Temanya "Studi Islam dan Pluralisme dalam Pandangan Orientalis"
Prof Roem Rowi: Haram Memilih Pemimpin Karena Uang
Inpasonline, 20/06/09
Dalam kesempatan sholat Jum'at kemarin, Prof Roem Rowi, ahli tafsir Indonesia, berwasiat dalam khotbah Jum'atnya di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya agar menyandarkan pilihannya kepada pemimpin yang lebih terjaga agamanya.
Din Syamsuddin Nasehati Tokoh Agama Negara Maju
inpasonline, 20 6/09
”Sikap Negara-negara maju telah menciptakan ketidakadilan global dan merajalelanya kemiskinan, pengangguran, dan kebodohan. Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan banyak dana untuk membiayai kekuatan militernya dan perang yang banyak menelan korban jiwa,” ungkap Din Syamsuddin di hadapan 200 tokoh agama dari seluruh dunia di Roma, Italia. Para tokoh agama seantero dunia tersebut menggelar pertemuan dalam rangka memberikan masukan bagi negara-negara maju yang tergabung dalam G-8 Summit, yang juga akan berlangsung di Roma pada 8 hingga 10 Juli mendatang.ISLAMIA: Politik Sekular dan Politik Islam
Inpasonline,14/06/09
Seperti biasanya, setiap kamis pekan kedua tiap bulan, Republika menyajikan kolom khusus yang bekerjasama dengan INSISTS. Kolom tersebut diberi nama Islamia, Jurnal Pemikiran Islam Republika. Dalam edisi bulan ini, yang terbit pada hari Kamis (11/06) kemarin, tema yang diangkat adalah politik. Para penulisnya, yang tidak lain para peneliti INSISTS, mengulas perbandingan antara poltik sekular dan politik Islam.
Bagaimana Menyikapi Fatwa
DR. Zain An-Najah
Doktor lulusan Al-Azhar Mesir ini prihatin dengan fenomena maraknya orang seenaknya mengeluarkan fatwa. Sedang di satu sisi seringkali kaum muslim Indonesia dihadapkan pada kenyataan bahwa fatwa yang keluar dari lembaga agama yang resmi seperti MUI dimentahkan oleh segelintir orang yang disebut sebagai tokoh Islam. Akibatnya, masyarakat sering bingung dan tidak bisa menentukan mana yang benar diantara kedua pendapat tersebut.