Civilized Africa : Mengenal Hasan Abdallah al-Turabi
*Kartika Pemilia Lestari
Inpasonline.com, 15/10/11
Apakah orang Asia bisa berpikir? Pertanyaan bernada rasis ini sekaligus menjadi judul sebuah buku yang saya baca beberapa tahun lalu. Pertanyaan ini sebenarnya tak lebih dari penegasan bahwa orang Asia bisa – dan memang terbukti – berpikir. Berpikir di sini tentu memiliki perluasan makna; bahwa dengan aktualisasi pikirannya, negara-negara Asia (khususnya Asia Timur seperti Jepang, Korea dan China) mampu menjadi yang terdepan di dunia, sejajar dengan negara-negara Eropa dan Amerika.
Memori Tentang Sudan
Inpasonline.com
Selama puluhan tahun, Sudan Utara dan Sudan Selatan mengalami civil war (perang saudara). Civil war ini turut dipicu oleh sejumlah arus internal dan asing yang berupaya memecah belah Sudan. Puncaknya, pada 9 Juli 2011 lalu, Sudan Selatan resmi menjadi sebuah negara baru, setelah sebelumnya mengadakan referendum pada 9 Januari 2011. Komisi Urusan Arab di parlemen Mesir sempat memperingatkan disintegrasi Sudan menjadi beberapa wilayah kecil, seraya menegaskan bahwa AS dan rezim Zionis berupaya untuk memecah belah bangsa Sudan.
Kedudukan Pencari Ilmu Dalam Islam
Oleh: Muhammad Saad*
Betapa Islam sangat memperhatikan dan mengapresiasi orang-orang berilmu yang senantiasa mengamalkan ilmunya. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memiliki Disiplin keilmuan sangat tinggi. Banyak sekali anjuran dalam kitab suci al-Qur’an agar kita menuntut ilmu, perintah agar kita membaca (iqra’), malakukan observasi (afalā yaraūna), eksploarasi (afalā yandzuruna), dan ekspedisi (sīrū fī l-rdhli), berpikir ilmiah rasional (li-qawmin ya’qilūn, yatafakkarūn).
Aina Kashmir?
Kartika Pemilia Lestari*
“Aina Kashmir?[1]”, tanya ustadzah sambil membolak-balik buku berbahasa Arab di tangannya.
Kami semua terdiam. Tak ada yang menjawab. Bagi saya, nama itu tak asing, sehingga langsung saja saya menjawab dengan yakin.
“Taqo’u Kashmir fil Hindi[2]”, kata saya dengan keyakinan penuh.
Beda Amal Muslim dan Kafir
Sebesar-besar nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepada umat manusia adalah nikmat iman dan islam. Tidak semua manusia diberi nikmat ini. Hanya mereka yang dikehendaki oleh Allah yang bisa menerima nur ilahi tersebut. Bahkan seorang nabi dan rasul pun tidak bisa memberi hidayah kepada orang yang dicintainya.