Antara Syari’ah Islam dan Kebebasan Berbicara
Oleh Kholili Hasib
Syari’ah bukanlah produk manusia, tapi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang bertujuan untuk kemaslahatan manusia. Aturan itu sengaja diciptakan Sang Khalik agar manusia tercegah dari kerusakan. Maka, umat Islam harus yakin bahwa tidak ada syari’ah yang mematikan kreatifitas manusia.
‘Berbisnis’ dengan Allah ala Al-Ghazali
Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu itu wajib bagi seorang Muslim. Bahkan, aktivitas mencari ilmu harus dibiasakan sejak dalam buaian ibu sampai seseorang ‘menuju liang lahat’. Tak ada kata selesai dalam mencari ilmu.
Umat Islam Ramah sekaligus Tegas
Tanggapan untuk Mundzar Fahman
Oleh Kholili Hasib*
Konsep kebebasan beragama dan berkeyakinan selama ini belum dipahami secara adil dan proprosional. Seperti misalnya, masih ada penilaian miring terhadap dakwah nahi munkar termasuk kepada kebijakan pemerintah menertibkan dan merelokasi tempat ‘ibadah’ aliran sesat. Apalagi jika penilaian negatif tersebut disertai dalil yang parsial pemahamannya.
Tantangan Baru: RUU KKG
Oleh M. Anwar Djaelani
Belakangan ini, hadir Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG). Jika melihat materinya, maka patut kita menolaknya karena sangat beraroma sekular.
Mengatasi Syariat?
Subjektivitas dalam Verifikasi Sanad
Oleh Ainul Yaqin
Islam mengajarkan bahwa kesahihan berita ditentukan oleh kredibilitas orang yang menyampaikan berita. Ketika orang yang menyampaikan berita dikenal jujur, maka berita yang disampaikan bisa diterima. Namun, jika yang menyampaikan berita tidak kredibel, misalnya dikenal kurang jujur apalagi pendusta, maka berita yang disampaikan perlu diklarifikasi. Inilah yang disampaikan oleh Allah Swt dalam firman-Nya.