Menolong Palestina via Khutbah Jum’at
Oleh M. Anwar Djaelani
Jika kita cermati, isi khutbah Jum’at di banyak masjid selama ini relatif kurang memadai. Setidaknya menurut hemat saya, sebagian besar dari khutbah-khutbah itu kerap tak menyentuh secara langsung masalah-masalah aktual. Tema iman dan taqwa sering disampaikan secara ‘apa adanya’ tanpa dibawa ke persoalan-persoalan kekinian. Ini, sangat disayangkan, sebab peluang untuk memerkukuh kualitas umat Islam (dalam artian luas) menjadi berkurang.
Sambut Era Gemilang dengan Berguru ke Sejarah
Refleksi Tahun Baru 1434 H
Oleh Nanang Qosim
Ada beberapa kemenangan dan kekalahan besar umat Islam terhadap Barat dalam rentetan sejarah yang dapat diambil sebagai pelajaran berharga dalam upaya mengembalikan kembali kejayaan umat Islam di masa mendatang.
Faith without Religion
Oleh Kholili Hasib
“Spirituality yes, organized religion no!” Manusia bisa menjadi orang baik dan meraih spiritualisme tanpa harus beragama. Kalimat tersebut meluncur dari futurolog Barat, John Naisbitt dan Patricia Aburdene untuk menggambarkan masa depan kehidupan agama orang Barat secara khusus dan manusia sedunia secara umum.
Berhijrah, Songsong Era Cerah
Oleh M. Anwar Djaelani
Kini kita sudah berada di awal bulan Muharram lagi. Artinya, kembali kita bertahun baru Hijriyah. Di momentum ini, muhasabah (introspeksi/menghitung diri) menjadi kian perlu. Muhasabah relevan kita lakukan,
karena sesuai dengan spirit pemilihan peristiwa hijrah
sebagai titik tolak penghitungan kalender Islam.
Pemuda, “Wukuf”-lah, lalu Bergeraklah!
Oleh M. Anwar Djaelani
Di tahun 2012, wukuf di Arafah 9 Dzulhijjah bertepatan dengan 25 Oktober 2012. Artinya, aktifitas wukuf itu tiga hari mendahului peringatan Sumpah Pemuda di negeri ini. Terkait ini, seolah-olah ada pesan: Pemuda, berdiam dirilah sejenak untuk berkontemplasi dan berintrospeksi. Setelah itu, segeralah bergerak untuk ‘mewarnai’ dunia dengan karya-karya terbaikmu!