Natal dan Kemurnian Aqidah Kita
Oleh M. Anwar Djaelani
Di KOMPAS 19 Desember 2009, Hasibullah Satrawi menulis artikel “Selamat Natal”. Alumnus Al-Azhar Mesir itu berpendapat tentang bolehnya seorang Muslim turut merayakan Natal.
Benarkah yang ditulis Hasibullah Satrawi –Aktivis Moderate Muslim Society, Jakarta itu- tentang bolehnya kita mengikuti aktivitas Natal Bersama?
Tujuh Ulama Bergelar Syaik al-Islam
Oleh Thariq
Tidak sembarang ulama yang memperoleh gelar Syaikh al-Islam. Ulama yang memiliki ketinggian ilmu saja yang pantas menyandangnya.
Gelar Syaikh al-Islam biasanya diberikan oleh beberapa ulama kepada seorang ulama atas ketinggian ilmunya. Ada beberapa kriteria untuk dapat menyandangnya.
Abai Jihad, Bencana Mendekat
Oleh M. Anwar Djaelani
Perang melawan terorisme, siapapun pasti akan mendukung. Tetapi, jika aktivitas itu lalu ’ditunggangi’ –langsung atau tidak- oleh penyebaran ‘teror’ baru ke tengah-tengah masyarakat, maka akan banyak kalangan yang berkeberatan. Misal, di Jawa Pos 26/9/09 – 3/10/09- berturut-turut delapan penulis mengritisi kalimat “Isy kariman au mut syahidan” (hidup mulia atau mati syahid). Telaah mereka mengundang keprihatinan sejumlah pihak.
Karakteristik Pemikiran Liberal
Oleh Abdul Hakim
Dalam sebuah operasi militer, menjadi sebuah keniscayaan untuk mengenali dengan baik siapa musuh yang akan dihadapi. Tidak hanya nama dan bentuk wajah, akan tetapi juga pola pikir, kebiasaan, keluarga, teman dan lain sebagainya yang bisa digunakan sebagai alat identifikasi musuh. Ini dilakukan agar tidak terjadi salah tangkap, salah tembak atau yang lebih konyol lagi membahayakan pasukan sendiri karena tidak tahu kondisi musuh.
Memaknai Musibah
Oleh: Andi Rahman
Kata “Musibah” berasal dari bahasa Arab. Kata ini berakar kata yang terdiri dari huruf Shad, Wawu dan Ba`, dan memiliki makna berkisar antara “mencapai”, “mengenai tepat sasaran”, “menimpa”, “memperoleh sesuatu”, dan “bancana atau kecelakaan”. Dalam bahasa Indonesia kata musibah berkonotasi negatif, ia sering diartikan sebagai bencana atau kecelakaan. Padahal dalam al-Qur`an kata “musibah” digunakan untuk mengungkapkan kejadian baik dan buruk yang menimpa seseorang sebagaimana dijelaskan dalam Surat al-Nisa ayat 79, al-Taubah ayat 50, al-Hajj ayat 11, dan al-Syura ayat 30.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surat al-Nisa` ayat 79, “Kebajikan apapun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah, dan keburukan apapun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri…”.