Author: admin

Pemikiran Islam

Peta Paham Pluralisme Agama di Indonesia (2 habis)

 

D. Tipologi Pluralisme Agama Di Indonesia

Tipologi pluralisme di Indonesia adalah bentuknya modifikasi. Beberapa mengambil sebagian aliran global teologi dan sebagian mengambil dari Transendent Unity of Religions. Dan kedua aliran tersebut bertujuan sama, yaitu; keberadaan agama-agama sama derajatnya. Tetapi aliran yang diminati oleh kaum pluralis Indonesia adalah aliran transendent unity of religions. Sebab wacana agama Indonesia banyak dilatar belakangi oleh konflik sosial dari pada konflik teologi.

Internasional

Mugabe Juluki Barat “Setan”

Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe di Harare, Ahad (1/8),  kembali mengecam Barat yang dianggap selalu mengganggu kedaulatan negara-negara Afrika. Pemimpin negara yang kaya berlian ini beraksi setelah AS dan Uni-Eropa mengenakan sanksi pada partainya, ZANU-PE. Washington dan Brussels mengenakan sanksi keuangan pada perusahaan negara dan mengenakan larangan bepergian pada Mugabe dan puluhan pejabat ZANU-PE.

Pendidikan Islam

Merancang Strategi Pendidikan Islam Masa Depan

Ainul Yaqin

1. Pendahuluan

                Tujuan pokok dari pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa.[i] Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, hasil yang ingin dicapai dari pendidikan Islam adalah menciptakan manusia beradab dalam pengertian yang menyeluruh meliputi kehidupan spiritual dan material.[ii] Orang yang terpelajar dalam pandangan Islam adalah orang yang beradab, yaitu orang yang menyadari sepenuhnya tanggungjawab dirinya kepada Allah, memahami dan menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain dalam masyarakat, dan terus berupaya untuk meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempurnaan sebagai manusia yang beradab.[ii

Pendidikan Islam

Pendidikan Konsep Ta’dib Sebagai Solusi Pendidikan Islam di Era Global

 

Oleh: Kholili Hasib[1]

Pendahuluan

            Ta’dib adalah konsep pendidikan Islam yang digagas oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas yang bertujuan mencetak manusia beradab. Ide al-Attas tersebut dilatarbelakangi oleh krisis ilmu yang dialami kaum muslim kontemporer. Menurut al-Attas, tantangan terbesar yang dihadapi dunia muslim kontemporer adalah kesalahan dibidang ilmu. Hal tersebut mengakibatkan hilangnya adab (the loss of adab). Kehilangan adab di sini maksudnya kehilangan identitas, identitas ilmu-ilmu keislaman dan identitas ilmuan muslim. Definisi sains Islam di era globalisasi semakin kabur, tertutup selimut ilmu-ilmu modern-sekuler. Lenyapnya identitas ilmu Islam tersebut dikarenakan gencarnya hegemoni Barat sekuler yang gerakaannya seiring dengan gelombang globalisasi.