Studi Komparatif Konsep Tanzil Arkoun dan Az-Zarqani
Oleh Anwar Ma'rufi[1]
A. Pendahuluan
Belakangan ini, paradigma definisi al-Qur'an mulai bergeser dari konsep tanzil, menjadi sesuatu yang tercipta oleh sosio-historis. Mengenai konsep tanzil sendiri, ulama telah sepakat bahwa al-Qur'an adalah Kalam Allah yang di-tanzil-kan kepada Muhammad saw melalui Malaikat Jibril, baik lafazh maupun maknanya,[2] yang susunan ayat maupun surah al-Qur'an merupakan hak Allah sebagai pemilik kitab tersebut.[3] Hanya Allahlah yang mengetahui alasan mengenai susunan al-Qur'an yang menurut manusia modern dianggap kurang ilmiah.[4] Dan Mushaf Utsmani adalah satu-satunya Mushaf Al-Qu'ran yang telah disepakati oleh seluruh kaum Muslim, dimana detail bacaan dari tafkhimat,[5] tarqiqat,[6] imalat,[7] al-ishmam,[8] wasal dan waqaf[9] terpelihara sebagaimana pada zaman Nabi.[10]
Islamic Center New York Berciri Modern
Inpasonline, 3/10/10
New York – Gambar Islamic Center yang direncanakan dibangun dekat Ground Zero mempunyai ciri-ciri desain bentuk modern yang lebih futuristik dan menarik. Gambar yang dipamerkan di situs resmi proyek tersebut masih pada tahap perencanaan, tetapi pengembangnya telah menyatakan untuk menggunakan desain bentuk yang santai dan kosmopolitan di tempat yang kontroversi itu.
Planet Mirip Bumi Ditemukan
Inpasonline, 1/10/10
Para astronom di Amerika Serikat (AS) mengaku telah menemukan suatu planet di luar tata surya yang dihuni Bumi, namun bisa jadi cocok untuk dihuni makhluk hidup. Posisi strategis planet itu mirip dengan Bumi.
Kritik Terhadap Metodologi Tafsir Al-Qur’an Hasan Hanafi
A. PENDAHULUAN
Belakangan ini, diskursus seputar Al-Qur’an ramai diperbincangkan. Teori penafsiran yang telah mapan selama berabad-abad diragukan dan dipermasalahkan oleh sebagian kalangan pemikir muslim kontemporer.[2] Tafsir klasik dianggap sudah tidak relevan lagi dengan zaman dan kebutuhan umat islam saat ini. [3] Maka dibutuhkan sebuah metode penafsiran baru yang sesuai dengan zaman.[4] Teori tersebut adalah hermeneutika.[5]
Negara-negara Islam Tolak Pendiskreditan Terhadap Islam
New York– Para pemimpin negara-negara Islam yang menghadiri Sidang Majelis Umum ke-65 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York yang berlangsung sejak 23 September lalu mendesak pihak Barat memperhatikan secara serius setiap serangan terhadap Islam. Mereka menyebut serangan itu sebagai satu ancaman berkelanjutan terhadap keselamatan dunia.