“Terjemah”: Sebuah Upaya Dalam Membangun Peradaban Islam
Oleh: Iskandar Zulkarnaen
Pendahuluan
Peradaban Islam ditinjau dari terjemahan bahasa Arab adalah al-hadharah al-islamiyah. Kata peradaban (al-hadharat, civilization) seringkali diidentikkan dengan kata kebudayaan (al-tsaqafah, culture). Meskipun sementara kalangan membedakan pengertian kedua kata tersebut, namun argumen yang mengidentikkan keduanya juga cukup kuat. Kompromi dalam masalah ini ialah bahwa pada suatu saat pembedaan itu absah dan pada saat yang lain pengidentikan juga absah. Dalam bahasa Arab, selain disebut sebagai al-hadharat, peradaban terkadang juga disebut dengan al-tamaddun. Karena itu tidaklah mengherankan apabila masyarakat madani kemudian diterjemahkan menjadi masyarakat beradab atau civil society.
Kurang Dana, Masjid Polder Terpaksa Ditutup
Inpasonline, 2/11/10
Amsterdam-Mesjid Polder di Amsterdam tutup mulai paroh November ini, tepat pada hari Idul Adha. Demikian pengurus mesjid bernama Poldermoskee yang terletak di wilayah Slotervaart Amsterdam.
Akibat Merapi, Dua Kloter Haji Tertunda
Dua kelompok terbang (kloter) calon haji Embarkasi Surakarta, tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci, akibat adanya gangguan abu vulkanik letusan Gunung Merapi.
Dua kloter tersebut merupakan calhaj dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang tergabung kloter 64 dan asal Cilacap kloter 65 yang seharusnya diberangkatkan, Senin (1/11), tetapi ditunda pada Selasa karena terkena dampak abu vulkanik Merapi.
Paus Benedictus Disambut Ciuman Masal Kaum Homo
Inpasonline, 2/11/10
Barcelona- Para aktivis homo akan melancarkan aksi saling mencium menyambut kedatangan Paus Benedictus XVI di gereja Sagrada Familia, Barcelona, Spanyol. Panitia penyelenggara memperkirakan ratusan orang akan turut serta dalam aksi tersebut. "Aksi itu akan berakhir setelah dua menit, dan para pesertanya akan meninggalkan gereja itu seolah-olah tidak terjadi apapun,"ujar Marylene Carole, yang mengorganisasi aksi tersebut.
Izzudin bin Abdissalam, Ulama Yang Ditakuti Penguasa
Oleh Thoriq
Ia adalah Abdul Aziz bin Abdissalam bin Abi Al-Qasim bin Hasan bin Muhammad bin Muhadzdzab, bergelar Izzuddin (kemuliaan agama). Masyarakat pada masa itu memanggilnya dengan Abu Muhammad. Ia dilahirkan di Damaskus. Mengenai tahun kelahirannya, para sejarawan berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, ia dilahirkan pada tahun 577 H. Sebagian mencatat bahwa ia lahir tahun 578 H. Namun pendapat pertama lebih kuat. Imam agung ini wafat pada tahun 660 H di Kairo.