Berbahaya, Kampanye Homoseks di Konferensi Masyarakat Sipil ASEAN
Sekitar bulan lalu (4/5) Forum Masyarakat Sipil ASEAN yang telah menyelenggarakan konferensi mengeluarkan pernyataan pers tentang pembelaan terhadap kaum homo dan transeksual. Isinya, memperjuangkan hak-hak kelompok lesbian, gay, biseksual, trans-interseks dan queer (LGBTIQ) di Negara-negara ASEAN.
Perbedaan Umat tentang Kedudukan Iman
Abdul Hakim
(Peneliti InPAS/Dosen UIN Malang)
Inpasonline.com, 25/06/11
Salah satu tema yang sering diperdebatkan oleh kaum muslimin adalah kedudukan iman, apakah tetap atau naik-turun. Tema ini menarik, karena telah menjadi bahan perdebatan sejak zaman dahulu, bahkan sering dijadikan alasan untuk menganggap sesat orang atau kelompok lain yang memiliki pendapat yang berbeda.
Islamia-Republika Juni Menggagas Islamisasi Kurikulum Sejarah
Inpasonline.com, 23/06/11
Islamia-Republika memang pantas menyandang rubrik yang paling banyak ditunggu-ditunggu pembaca Harian Republika di seluruh Indonesia. Karena, di samping menyajikan tulisan-tulisan ilmiah yang kritis dan berbobot, kajian-kajian Islamia-Republika selalu menyorot permasalahan yang sangat dibutuhkan solusinya oleh umat, khususnya terkait dengan pemikiran.
Mongolia dalam Lintasan Sejarah Islam
Kartika Pemilia Lestari*
Inpasonline.com, 21/06/11
Tidak ada teror dan kekejaman yang lebih tragis dalam sejarah Islam dibandingkan dengan apa yang diperbuat oleh bangsa Mongol. Laksana avalanche, pasukan Jenghiz Khan menggasak habis seluruh pusat peradaban dan kebudayaan Islam, mereka selalu meninggalkan puing-puing berantakan di setiap tempat yang mereka lalui, dimana sebelumnya berdiri istana-istana, kota dengan taman-taman yang indah dan kebun-kebun gandum yang subur. Ketika tentara Mongol bergerak meninggalkan kota Heart, hanya tersisa 40 orang yang hidup dari 100.000 penduduknya. Bukhara yang terkenal dengan alim ulamanya, mengalami nasib yang sama, masjid diinjak-injak, al-Qur’an dan kitab-kitab agama dijadikan kayu bakar, seluruh kota diratakan dengan bumi, orang-orang yang tidak terbunuh alias masih hidup, digiring sebagai tawanan dan budak. Demikian juga halnya kota demi kota lain di Asia Tengah, yang pada waktu itu telah mencapai tingkat kebudayaan yang tinggi sebagai pusat-pusat peradaban Islam, mengalami kehancuran yang sukar digambarkan : Samarkand, Balkh, bahkan Baghdad yang berabad-abad menjadi ibukota dinasti Abbasiyah.
Mengkritisi Ide Penyatuan Sunni-Syi’ah
M. Masykur (peneliti InPAS)
inpasonline.com, 21/06/11
Bulan kemarin, tepatnya 20 Mei 2011, beberapa tokoh Syi’ah yang tergabung dalam Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) merekayasa pendeklarasian sebuah ormas yang mengatasnamakan Sunni dan Syi’ah. Ormas yang mereka deklarasikan di Masjid Agung Kemayoran Jakarta ini mereka beri nama Majelis Ukhuwah Sunni-Syi’ah Indonesia (MUHSIN). Mereka mencatut nama institusi Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) yang diklaim sebagai deklarator mewakili pihak Sunni.