Edward Said dan Palestina : Sebuah Identitas
Kartika Pemilia Lestari*
Inpasonline, 3/07/11
Edward Said (1935-2003), salah seorang intelektual paling berpengaruh di dunia yang tersohor atas kajiannya tentang Orientalisme. Penerima 20 gelar doktor honoris causa dari 16 univeristas dan penulis lebih dari 20 buku yang telah diterjemahkan ke dalam 36 bahasa. Terakhir menjabat sebagai Profesor Sastra Inggris dan Sastra Komparasi Universitas Columbia. Ia telah menyampaikan Reith Lectures untuk BBC, Rene Wellek Memorial Lectures di Universitas California-Irvine, Henry Stafford Little Lecture di Princeton, dan Empson Lectures di Universitas Cambridge. Ia anggota American Academy of Arts and Sciences, Royal Society of Literature, The American Philoshopical Society, dan American Academy of Arts and Letters.
Di India, Beberapa Orang Tua Tidak Rela Punya Anak Perempuan
inpasonline.com, 30/06/11
NEW DELHI — Dulu, di zaman Jahiliyah, anak perempuan dianggap bukan berkah, melainkan sumber aib yang memalukan. Kini, di India kodrat wanita diingkari. Tak sedikit anak perempuan yang menjadi korban pembunuhan orangtua sendiri, bahkan anak perempuan dibunuh saat masih berada di dalam rahim (aborsi). Ketika sudah lahir, ratusan bocah perempuan dioperasi ganti kelamin menjadi laki-laki.
Khotbah Jum’at yang Menohok!
inpasonline.com, 28/06/11
Kebetulan hari ini saya Jum'atan di Masjid Kemendiknas, saya duduk di baris ke lima, empat baris di belakang Mendiknas (Pak Maftuh Basuni) dan Wamendiknas (Pak Fashli Djalal). Saya lihat beberapa petinggi Kemendiknas duduk di shaf depan saya... Khotbah Jum'at dibawakan oleh Ketua MUI Wilayah Jakarta Utara (saya lupa namanya).
Merancang Pendidikan di Abad Inovasi
Kartika Pemilia Lestari*
inpasonline.com, 27/06/11”Sistem globalisasi datang pada peradaban umat manusia lebih cepat daripada kemampuan umat manusia itu sendiri melatih diri untuk melihat dan memahaminya”, kata Thomas Friedman dalam Lexus and Olive Tree."
Sebagai seorang kolumnis terkenal dari harian The New York Times, ketajaman analisa Friedman layak mendapatkan apresiasi. Selagi umat manusia di dunia masih tergagap dan tertatih-tatih memahami era kebebasan informasi, mereka kini sekonyong-konyong dihadapkan para era inovasi dan kreasi. Di era ini, umat manusia dituntut untuk selalu bisa menemukan cara baru dalam menyelesaikan pekerjaannya. Lalu, bagaimana dengan posisi umat Islam? “Karna teknologi berkembang terus dengan pesat, kita harus mampu menjelaskan bahwa dengan setiap perkembangan tadi, agama harus eksis. Kita harus kuasai perkembangan zaman, sains dan teknologi harus kita kuasai”, jelas Dr. Indra Djati Sidi ketika mengisi seminar bertajuk “Merancang Pendidikan Masa Depan” pada hari Minggu, 26 Juni 2011 di acara Multaqo Sanawiy XII Persyarikatan Dakwah al-Haromain. Multaqo kali ini mengambil lokasi di Ponpes Al-Wasoya, Jombang.