Belajar Filsafat untuk Mengokohkan Akidah
Oleh Kholili Hasib
Dalam mempelajari sebuah ilmu, harus memperhatikan kaidah dan petunjuk agama. Ilmu apapun jika menafikan petunjuk dan prinsip-prinsip dasar thalabul ilmi (mencari ilmu) akan mengakibatkan jatuh pada kesesatan. Belajar al-Qur’an dan Hadist, jika niat salah, maka kekeliruan yang didapat. Bahkan bisa tersesat jika konsep al-Qur’an dan hadisnya salah. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa ilmunya bertambah, namun tidak bertambah petunjuk, maka ia akan semakin jauh dari Allah.” (HR. Abu Nu’aim).
Jangan Takut Berkata ‘Jangan!’
Al-Qur’an –yang merupakan pedoman hidup- memuat ratusan ayat berupa larangan. Ayat-ayat itu menggunakan kata ’jangan’. Tetapi, aneh, belakangan ini banyak orang tua atau guru yang seperti mengharamkan kata ’jangan’ dalam mendidik anak atau murid mereka.
Jangan Sia-siakan Ramadhan Kita!
Oleh M. Anwar Djaelani
Ramadhan itu istimewa. Kita patut berbahagia menerima kehadirannya. Sebaliknya, sungguh tidak pada tempatnya jika kita menyia-nyiakan kedatangan bulan penuh barakah itu.
Berhati-hatilah!
Kerap kali, performa kita di bulan Ramadhan masih jauh dari ‘atmosfir’ yang seharusnya. Jika tak berhati-hati, salah satu ‘ancaman’ serius bagi berkurangnya (bahkan -bisa jadi- rusaknya) nilai ibadah puasa Ramadhan kita adalah alat hiburan bernama televise (TV).
Adnin Armas: ”Problem pendidikan yang serius karena ilmu yang tidak benar”
Worldview Islam sebagai Dasar Pendidikan Karakter
Oleh Kholili Hasib
Pandangan hidup (worldview) merupakan asas dari setiap aktifitas, terutama aktifitas ilmu. Maka, kegiatan pendidikan Islam wajib memiliki landasan Islamic Worldview. Pandangan hidup Islam adalah pemahaman seorang Muslim terhadap konsep-konsep kunci dalam Islam, seperti konsep tentang Tuhan, wahyu, Nabi, manusia, jiwa, alam, ilmu dan lain-lain. Pembentukan karakter penuntut ilmu sangat dipengaruhi oleh worldview ini.