Author: admin

Sejarah Peradaban

MISIONARISME KEBUDAYAAN: PENETRASI KATOLIK DALAM KEBUDAYAAN JAWA

Oleh Arif Wibowo, SP[1]

I. Pendahuluan

Missionarisme adalah denyut nadi utama bagi perkembangan agama Kristen maupun Katholik. Posisinya hampir sama dengan dakwah di kalangan Islam. Meskipun demikian dengan mengutip Khurshid Ahmad, Alwi Shihab menyatakan bahwa “Islam has been an absorbing religion rather than converting religion” (Islam lebih merupakan agama yang menampung bukan yang mengkonversikannya).[2] Hal ini dikarenakan pada prinsipnya dakwah adalah menyampaikan kebenaran yang tidak selalu berkorelasi dengan keislaman seseorang. Prinsip tidak ada paksaan dalam beragama “Laa Ikraha fid dien” adalah prinsip dasar dalam dakwah.

 

Sejarah Peradaban

Marcionisme; Problematika Relasi Ketuhanan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Bible

Oleh Muhim Kamaluddin[1]

Pengantar

Tema perbandingan agama, khususnya di kalangan Islam, tidaklah banyak dipelajari. Padahal ini cukup penting. Karena memperbandingkan Islam dengan agama lainnya akan menampakkan keunggulan-keunggulan ajaran Islam yang kita peluk. Dengan mengetahui betapa banyak problem yang sifatnya irasional dari agama lain, kita akan mampu mengenali betapa Islam itu adalah agama yang sangat jelas, sederhana dan sempurna.

 

Opini

Sikap Kita ke Hermeneutika

Oleh Luqman Hakim*

Akhir-akhir ini, istilah ‘hermeneutika’ ramai dibicarakan, terutama di kalangan akademisi di berbagai kampus Islam. Apalagi, metode tafsir ini sekarang mulai menjadi mata kuliah wajib dalam jurusan tafsir dan hadits di beberapa perguruan tinggi Islam di Indonesia. Padahal, ilmu penafsiran yang berasal dari tradisi di luar Islam ini dulunya tidak dikenal para akademisi muslim. Lalu, bagaimana sikap kita terhadap konsep asing ini?

 

Opini

Dualisme Kebatinan dan Fenomena Pseudo Sufi

Oleh Kholili Hasib*

Suatu kali Imam al-Ghazali pernah bercerita kepada muridnya, “Seandainya ada orang mengaku telah mendapat derajat tinggi dari Allah, ahli tasawuf kemudian menggugurkan kewajiban shalat, maka tidak ada keraguan untuk memerangi orang tersebut”. Cerita Imam al-Ghazali tersebut dicatat oleh ulama’ sufi Zakaria al-Anshari dalam kitabnya al-Mathalib Syarh Raudh al-Thalib, I/338.

 

Opini

Rokok, Tuhan, dan Manusia Beradab

Oleh M. Anwar Djaelani

“Ruang Gerak Rokok Kian Terbatas” (Jawa Pos, 10/01/2013). Intinya, telah terbit Peraturan Pemerintah yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dengan cara semakin tegas menekan ’agresivitas’ rokok. Mencemati itu, Prijo Sidipratomo -Ketua Umum Komisi Nasional Pengendalian Tembakau- berkata, “Walaupun tertatih-tatih, akhirnya kita masuk menjadi negara yang mulai beradab karena sudah punya Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang pengendalian rokok.”

Pertanyaannya, sebegitu sulitkah mengendalikan peredaran rokok? Benarkah ada atau tiadanya rokok terkait dengan peradaban sebuah bangsa?