Baitul Hikmah, Mengadabkan Dunia Timur dan Barat dengan Buku
Jangan Ciderai ‘Ruh’ Kerudung!
Kritik Sunni terhadap Syiah
Oleh Kholili Hasib*
Semenjak kasus Bangil 15 Pebruari 2011 -tahun lalu- hingga kasus Sampang 29 Desember 2011 baru-baru ini, Syiah menjadi sorotan publik. Beragam respon -baik dari tokoh maupun media- telah mengemuka, yang kesemuanya bisa menjadi alasan agar kita lebih membuka akar persoalan yang sesungguhnya. Kritik yang ditujukan kepada Syiah sejauh ini tampak masih rasional dan proporsional, sebagaimana yang telah ditulis oleh Prof. Dr. Mohammad Baharun (Ketua Komisi Hukum MUI Pusat) di harian Republika pada 24/01/2012.
Ukhuwah dan Keterbukaan*
Oleh: Kholili Hasib, M.A.
(Alumnus Program Kaderisasi Ulama (PKU),
Pesantren Gontor Ponorogo)
Polemik tentang Syiah - seperti yang dimuat beberapa kali di Harian Republika - menunjukkan bahwa penyelesaian masalah Sunnah-Syiah di Indonesia merupakan masalah yang penting. Karena itu, masalah ini menagih solusi secepatnya. Untuk itu, masing-masing pihak, perlu menunjukkan sikap keterbukaan dan kejujuran. Polemik Haidar Bagir, Muhammad Baharun dan Fahmi Salim, masih belum sepenuhnya menjernihkan masalah, bahkan penulis khawatir memunculkan lagi polemik-polemik yang tidak berkesudahan.