Koreksi Berita Media Soal Kerusuhan Temanggung yang Sudutkan Islam
BUKU PUTIH TERKAIT KERUSUHAN DI TEMANGGUNG
Forum Umat Islam Bersatu (FUIB)
Jl. MT Haryono 50 Temanggung
Sehubungan dengan peristiwa kerusuhan berlatar belakang penistaan agama di Temanggung pada hari Selasa, 8 Februari 2011, muncullah pemberitaan di media baik elektronik maupun surat kabar yang tidak seimbang. Dalam hal ini umat Islam sangat dirugikan karena pemberitahuan tersebut menempatkan umat Islam sebagai pelaku atas semua kerusuhan yang terjadi. Sehingga umat Islam Temanggung yang faktanya adalah sebagai KORBAN penistaan agama, justru menjadi pihak yang TERTUDUH.
Adakah Kekerasan Atas Nama Agama?
Inpasonline, 09/02/11
Sebuah bentrokan terjadi lagi antara warga dengan jemaat Ahmadiyah. Kali ini, bentrokan maut terjadi antara jemaat Ahmadiyah dengan warga di Kampung Pasir Peuteuy, Desa Umbulan, kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, Ahad (6/2) sekitar pukul 10.30 WIB. Empat orang tewas dari jemaat Ahmadiyah dan beberapa orang mengalami luka-luka, baik warga maupun jemaat Ahmadiyah. Sebelumnya, kita sudah sangat sering disuguhi dengan berita-berita bentrok warga dengan Jemaat Ahmadiyah ini.
Refleksi Hari Pers Nasional 9/2/2011: Mendamba Pers Berspirit Anti-bohong
Oleh M. Anwar Djaelani*
Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Nuh di awal masa kerjanya mendapat amanah khusus dari Presiden SBY. Dia diminta mengoordinasi penyelenggaraan pendidikan sedemikian rupa dapat membangun karakter dan budaya bangsa. Tentu, karakter yang dimaksud adalah karakter positif atau karakter mulia.
Ijma’ Tentang Konsep Kesesatan: Kebutuhan Umat (Pelajaran dari Kasus Ahmadiyyah)
Siapakah kelompok sesat itu? Apakah kriterianya? Siapa sajakah mereka? Murtad/kafir kah mereka? Atau masih muslimkah mereka? Bagaimana cara mensikapi mereka dalam hubungan keagamaan? Misalnya bolehkah menjadikan mereka sebagai imam sholat, berhakkah mereka mendapat harta warisan, bolehkah menikah dengan mereka, bolehkah membunuh mereka, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana kita menjalin hubungan dengan mereka di luar hubungan keagamaan? Misalnya dalam hubungan sosial, politik, ekonomi/bisnis, dan lain sebagainya? Pembahasan tentang seputar hal ini-lah yang dibahas dalam konsep kesesatan. Para ulama, di dalam literatur-literatur, sering menyebut pelaku kesesatan dengan istilah ahlul bid’ah, ahlul hawa, dan lain sebagainya. Pembahasan ini menjadi penting karena konsep tersebut akan membentuk pemikiran individu dalam menentukan status seorang muslim dengan pemikiran keagamaannya, apakah ia masih muslim atau sudah menjadi muslim fasiq atau bahkan sudah murtad? Sehingga secara otomatis, selanjutnya mempengaruhi komunikasi dan hubungan antar individu/kelompok Islam. Ketidaksefahaman dalam hal ini menjadikan hubungan dan komunikasi di antara kaum muslimin menjadi kurang harmonis, terutama di antara orang atau kelompok yang saling menuduh sesat. Oleh karena itu, pemahaman yang tidak tepat dan sama tentang konsep kesesatan seringkali dianggap sebagai biang kerok perpecahan dan kemunduran umat.
Qori Indonesia Juara MTQ Internasional
Casablanca-Deden Muhammad Makhyaruddin berhasil meraih juara satu kategori bergengsi lomba hafalan Quran 30 juz dan tafsirnya pada Musabaqah Tahfiz, Tajwid, dan Tafsir Al-Quran (MTQ) Internasional di Kairo.
MTQ ke-6 yang memperebutkan Piala Raja Mohammed VI itu diselenggarakan di Casablanca, Maroko.“MTQ diikuti oleh 52 peserta dari 34 negara memperlombakan dua kategori, yaitu tilawatil Quran dan hafalan Quran 30 juz dan tafsirnya,” kata Sekretaris III/Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Maroko Rahmat Azhari dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Rabu.