Year: 2011

Opini

Revitalisasi Turats Fikih

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

Inpasonline, 4/6/11

PARA ulama Islam banyak meninggalkan karya berharga berupa buku-buku yang telah membangun peradaban dunia tujuh abad lamanya. Karya-karya itu kemudian mereka wariskan kepada generasi setelahnya: untuk diolah kembali guna membangun peradaban manusia yang lebih unggul dan berwibawa. Bukti dari itu adalah peradaban Islam yang pernah membentang dari Baghdad ke Persia, dari Andalusia (Spanyol) ke India bahkan sampai ke Indonesia. Buku-buku yang menceritakan itu sangat banyak. Lihat, misalnya peradaban Islam di Baghdad dalam Hadharat al-`Iraq, 13 Jilid (Baghdad, 1985) yang ditulis oleh sekian pakar sejarah dan peneliti Iraq sendiri.

Opini

Liberalis: Ahl Bid’ah, Bukan Mujtahid!

Oleh: Asmu’i

Selasa 24 Mei 2011 kemarin, atas undangan Markaz al-‘Alamiy Li Al-Wasathiyyah yang berada di bawah naungan Kementrian wakaf Kuwait, saya dan beberapa teman mengikuti Daurah Wasathiyah di Negara Kuwait. Kajian mendalam yang dilaksanakan dalam bahasa Arab ini dimaksudkan agar kita bisa menempatkan makna washatiyah dalam ber-Islam. Apakah ia modernisme sebagaimana yang dipahami dan diperjuangkan oleh orang-orang liberal, dengan ciri kemustian dekonstruksi agama, baik dalam masalah furu’iyah maupun ushuliyah, yang menyangkut dalil-dalil qath’iyyah dan dzanniyah sekaligus, sehingga sesuai dengan konteks.

Internasional

Kuwait Miliki Perpustakaan Sastra Arab Terbesar di Dunia

Inpasonline, 3/6/11

Kuwait City - Di sela mengikuti kegiatan daurah ‘Islam Wasathiyyah’, rombongan PKU ISID Gontor menyempatkan ziarah ke Maktabah al-Babtain al-Markaziyyah Li Syi’ri al-‘Arabi, pada 26 Mei. Perpustakaan ini terletak di jantung kota Kuwait City, tepatnya di jalan Abdullah Al-Ahmed bersebelahan dengan Masjid al-Kabir, masjid agung milik keamiran Kuwait. Sekitar 15 menit perjalanan dari Hotel Holiday Inn, tempat menginap rombongan PKU ISID.
Pemikiran Islam

Menggugat Sang Professor

Oleh: Sarah Larasati Mantovani*

Siapa yang tidak kenal dengan Umi Kaltsum? Belakangan, Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makassar ini, namanya sering disebut-sebut oleh media Era Muslim karena keberaniannya mengkritisi sang Professor sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah-Jakarta sekelas Musdah Mulia, saat seminar tentang Perempuan pada tanggal 30 Mei lalu di Makassar.

Nasional

Musdah Mulia Ancam Pidanakan Mahasiswi di Makasar

inpasonline, 3/6/11

“Hati-hati yah kalau adik berkata-kata, saya bisa tuntut anda pasal pelecehan jika anda mengkritisi saya seperti itu. Anda ini kan mengambil data dari Sabili dan Suara Islam. Kedua majalah ini bukan bacaan kaum intelektual. Kedua majalah itu kerja cuma menghina orang,”

Itulah ancaman Prof. Dr. Musdah Mulia terhadap salah seorang peserta seminar perempuan yang bertema “Adilkah Bangsa dan Agama Terhadapmu”. Seminar yang diadakan di Gedung Mulo, Jl Sungai Saddang, Makassar, Senin (30/5/2011) ini sejak awal memang terlihat tegang. Puluhan peserta hadir dalam seminar nasional ini. Rata-rata peserta adalah mahasiswi dari berbagai kampus di Kota Makassar.