JIL Ditinggalkan Donatur Asingnya
Inpasonline.com, 17/06/11
Ada yang aneh dari situs islamlib.com milik Jaringan Islam Liberal (JIL). Kini situs yang didirikan oleh Ulil Cs ini terlihat memajang kolom donasi untuk mencari bantuan dana. Padahal sebelumnya tidak pernah mencantumkan kolom tersebut.
Wacana Kebenaran Agama Dalam Perspektif Islam (1)
Oleh: Dr. Anis Malik Thoha
(Dosen Ilmu Perbandingan Agama International Islamic University Malaysia)
Inpasonline.com, 17/06/11
a. Latar Belakang Wacana
Seiring dengan maraknya proses liberalisasi sosial politik yang menandai lahirnnya tatanan dunia abad modern, dan disusul dengan liberalisasi atau globalisasi (baca: penjajahan model baru) ekonomi, wilayah agama pun, pada gilirannya, dipaksa harus membuka-diri untuk diliberalisasikan.
Konferensi Penerangan Islam Internasional Digelar Desember 2011
Jakart--Pemerintah RI dan Rabithah Alam al Islami (Ikatan Islam se-Dunia) organisasi non pemerintah (NGO) yang berpusat di Mekkah, Arab Saudi berencana menyelenggarakan Muktamar al Ilam al Islami (Konferensi Penerangan Islam Internasional). Direncanakan kegiatan ini digelar pada bulan Desember 2011.
KA Mashair Beroperasi Penuh Musim Haji Tahun Ini
Mek
kah-Ada kabar gembira bagi calon jamaah haji tahun ini. Kereta Api Masyair yang menghubungkan Arafah , Muzdhalifah dan Mina pada musim haji tahun ini akan beroperasi penuh. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan Arab Saudi Pangeran Mansour bin Miteb di Mekkah, usai melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan proyek tersebut tahap akhir minggu ini.
Budaya Ilmu
Istilah ‘budaya ilmu’ dipopulerkan oleh Professor Dr Wan Mohd Nor Wan Daud lewat buku-buku maupun ceramah-ceramahnya selama hampir dua dasawarsa terakhir ini.
Menurutnya, ‘budaya ilmu’ ialah (i) kondisi dimana setiap anggota dan lapisan masyarakat melibatkan diri secara langsung maupun tidak langsung dalam pelbagai kegiatan ilmiah pada setiap kesempatan: gemar membaca, mempelajari, meneliti, mendiskusikan aneka persoalan keilmuan. ‘Budaya ilmu’ terwujud (ii) apabila setiap orang sebagai individu maupun sebagai entitas kolektif (masyarakat, bangsa, umat) membuat segala pilihan, keputusan dan tindakan yang diambilnya atas dasar ilmu, melalui proses investigasi, riset, dan konsultasi. Ciri lain dari ‘budaya ilmu’ adalah (iii) sikap menjunjung tinggi ilmu, situasi dimana ilmu menempati kedudukan tertinggi dalam tata nilai setiap pribadi dan masyarakat pada semua lapisan, yang diejawantahkan dengan penghargaan tinggi kepada setiap individu maupun lembaga yang aktif mencari, meneliti, mengembangkan dan menyebarkan ilmu.1 Inilah yang yang disebut sebagai ‘the learning society’ yang memancarkan ‘the culture of knowledge and learning’.