Year: 2011

Nasional

Islamia-Republika Juni Menggagas Islamisasi Kurikulum Sejarah

Inpasonline.com, 23/06/11

Islamia-Republika memang pantas menyandang rubrik yang paling banyak ditunggu-ditunggu pembaca Harian Republika di seluruh Indonesia. Karena, di samping menyajikan tulisan-tulisan ilmiah yang kritis dan berbobot, kajian-kajian Islamia-Republika selalu menyorot permasalahan yang sangat dibutuhkan solusinya oleh umat, khususnya terkait dengan pemikiran.

Sejarah Peradaban

Mongolia dalam Lintasan Sejarah Islam

Kartika Pemilia Lestari*

 

Inpasonline.com, 21/06/11 

Tidak ada teror dan kekejaman yang lebih tragis dalam sejarah Islam dibandingkan dengan apa yang diperbuat oleh bangsa Mongol. Laksana avalanche, pasukan Jenghiz Khan menggasak habis seluruh pusat peradaban dan kebudayaan Islam, mereka selalu meninggalkan puing-puing berantakan di setiap tempat yang mereka lalui, dimana sebelumnya berdiri istana-istana, kota dengan taman-taman yang indah dan kebun-kebun gandum yang subur. Ketika tentara Mongol bergerak meninggalkan kota Heart, hanya tersisa 40 orang yang hidup dari 100.000 penduduknya. Bukhara yang terkenal dengan alim ulamanya, mengalami nasib yang sama, masjid diinjak-injak, al-Qur’an dan kitab-kitab agama dijadikan kayu bakar, seluruh kota diratakan dengan bumi, orang-orang yang tidak terbunuh alias masih hidup, digiring sebagai tawanan dan budak. Demikian juga halnya kota demi kota lain di Asia Tengah, yang pada waktu itu telah mencapai tingkat kebudayaan yang tinggi sebagai pusat-pusat peradaban Islam, mengalami kehancuran yang sukar digambarkan : Samarkand, Balkh, bahkan Baghdad yang berabad-abad menjadi ibukota dinasti Abbasiyah.

Opini

Mengkritisi Ide Penyatuan Sunni-Syi’ah

M. Masykur (peneliti InPAS)

inpasonline.com, 21/06/11 

Bulan kemarin, tepatnya 20 Mei 2011, beberapa tokoh Syi’ah yang tergabung dalam Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) merekayasa pendeklarasian sebuah ormas yang mengatasnamakan Sunni dan Syi’ah. Ormas yang mereka deklarasikan di Masjid Agung Kemayoran Jakarta ini mereka beri nama Majelis Ukhuwah Sunni-Syi’ah Indonesia (MUHSIN). Mereka mencatut nama institusi Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) yang diklaim sebagai deklarator mewakili pihak Sunni.

Nasional

Mencari Format Ideal Sekolah Islam Terpadu

Inpasonline.com, 20/06/11

Mencari sekolah Islam yang unggulan pada kurun waktu 10 atau 20 tahun lalu sangat sulit. Namun bukan berarti pada masa sekarang menjadi mudah. Levelnya masih pada gampang-gampang susah. Meski banyak prestasi yang sudah ditorehkan oleh sekolah Islam terpadu, namun konsep integrasi ilmu pengetahuan di Indonesia masih pada taraf trial and error. Umat Islam Indonesia terlalu lama terkungkung oleh pengaruh peradaban Barat yang meniupkan adanya pemisahan intelektual, antara ilmu agama dan ilmu umum sebagai dua disiplin yang tidak dapat ditemukan. Akibatnya, tingginya ilmu seseorang tidak menjadikannya semakin ‘alim dan sholeh, justru makin menjauhkannya dari Alloh SWT.

Pemikiran Islam

Wacana Kebenaran Agama Dalam Perspektif Islam (2 habis)

 Oleh: Dr. Anis Malik Thoha

(Dosen Ilmu Perbandingan Agama International Islamic University Malaysia)

 

a.      Islam dan Klaim Kebenaran Agama

          Masalah hubungan Islam dengan agama-agama lain beserta klaim-klaim kebenarannya secara teologis sudah selesai, settled, dan final. Adalah Allah s.w.t. sendiri yang telah menuntaskan masalah ini sejak awal lewat wahyuNya, al-Qur’Én, dan bukan orang-orang Islam atau ulama-ulamanya lewat “tafsir hermeneutik”nya, apalagi berdasarkan “images” mereka seperti yang dituduhkan dengan sinis dan menyakitkan oleh Jacques Waardenburg, dalam sebuah makalahnya ‘World Religions as Seen in the Light of Islam.’[i] Oleh karenanya, tak selayaknya seorang Muslim mengingkari hal ini, sebab al-Qur’Én adalah merupakan otoritas keagamaan yang tertinggi, dimana teks-teksnya tak pernah berubah (dan berkat jaminan Allah s.w.t., tak akan pernah berubah sampai Hari Kiyamat), begitu juga gramatika bahasa Arabnya. Sehingga prinsip-prinsip dasar yang dikandungnya bisa difahami manusia modern dengan tingkat kejelasan yang tidak beda dengan apa yang difahami orang-orang Arab pada zaman Rasulullah s.a.w.