Naskah Asli Piagam Jakarta
inpasonline,27/08/2009
Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu jalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Fitnah di Sekitar Terbunuhnya Usman R.A: Studi Kritis Atas Kajian Farag Fouda
Oleh (Asep Sobari, Lc.)*
Peristiwa terbunuhnya Usman ra. (semoga Allah senantiasa meridhai dan memuliakannya) selalu menjadi sajian menarik dalam buku-buku sejarah. Para sejarawan yang tidak kritis selalu mengaitkannya dengan tuduhan KKN yang dilakukan Usman. Padahal tuduhan-tuduhan tersebut tidak pernah terbukti, kecuali hanya omongan kosong yang datang dari orang-orang yang benci terhadap beliau dan agama Islam. Salah satunya yang akan disoroti dalam artikel ini adalah tuduhan Farag Fauda dalam bukunya al-Haqiqah al-Gha’ibah (edisi Indonesia: Kebenaran yang Hilang) yang diterbitkan oleh Yayasan Wakaf Paramadina dan Dian Rakyat.[i] Ironisnya, buku ini justru mendapat apresiasi yang berlebihan dari Prof. Azyumardi Azra danProf. Syafi’i Maarif.
Solusi Puasa Lebih dari 18 Jam
inpasonline,26-08-2009
Umat Islam yang hidup di negara-negara Barat biasa menghadapi puasa dalam waktu yang sangat lama, bisa lebih dari 18 Jam. Di sejumlah negara, waktu siang memang terkadang lebih panjang di banding malam harinya. Fenomena itu mulai mendapat perhatian serius dari kalangan ulama fikih di Mesir.
Sekitar Penulisan Hadits
Oleh Ainul Yaqin
Pendahuluan
Kaum muslimin meyakini bahwa Al-Hadits merupakan sumber hukum utama sesudah al-Qur’an. Keberadaannya merupakan realitas nyata dari ajaran Islam yang terkandung dalam al-Qur’an. Hal ini karena tugas Rasul adalah sebagai pembawa risalah dan sekaligus menjelaskan apa yang terkandung dalam risalah yakni al-Qur’an.[i] Sedangkan al-Hadits, hakikatnya tak lain adalah penjelasan dan praktek dari ajaran al-Qur’an itu sendiri.
MUI Protes Sikap Polisi
Inpasonline, 25/08/09
Jakarta: Para tokoh islam mengecam pihak kepolisian yang berencana melakukan pengawasan terhadap isi ceramah di bulan Ramadhan. Tindakan itu dinilai menghina dan membangkitkan kemarahan umat Islam. Itu juga dinilai sebagai taktik yang sama yang digunakan rezim Suharto.