Terjemah Al-Quran Berilustrasi dari California
InpasOnline,16/10/09
SAN FRANSISCO--Dari semua hal, berselancar di dunia maya-lah yang membuat Sandow Birk mengenal Islam. Seniman California itu berkelana hingga ke Indonesia, India dan Maroko dan di tanah-tanah gersang gurun pasir demi ketertarikan dan keingintahuan Sandow berpusat pada agama yang dipraktekkan di sana. Ia mengunjungi masjid-masjid, hingga akhirnya mendapat satu kopi terjemah Al Qur'an.
Ulil Abshar Abdalla “Dihabisi” di Jawa Timur
Inpasonline,13/10/2009
SURABAYA: Acara Dialog dan Tabayyun antara Jaringan Islam Liberal (JIL) versus Forum Kiai Muda Jawa Timur (FKM Jatim) berlangsung seru. Debat panas kerap terjadi antara Ulil Abshar Abdalla yang mewakili JIL dengan Drs. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I – biasa dipanggil Gus A’ab – yang mewakili Forum Kiai Muda Jatim. Acara yang berlangsung pada hari Ahad, tanggal 11 Oktober 2009 tersebut difasilitasi oleh Gus Ali Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo. Gus Ali Masyhuri juga bertindak sebagai pengasuh Forum Kiai Muda Jatim.
Kesimpulan Forum Tabayyun dan Dialog Terbuka
Antara Jaringan Islam Liberal (JIL) & Forum Kiai Muda Jawa Timur (FKM Jatim)
di PP Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur
Ahad, 11 Oktober 2009
inpasonline,13/10/2009
Dewasa ini sedang berlangsung perang terbuka dalam pemikiran (ghazwul fikri) pada tataran global. Melalui sejumlah kampanye dan agitasi pemikiran seperti perang melawan terorisme dan promosi ide-ide liberalisme politik dan ekonomi neo-liberal, Amerika Serikat sebagai kekuatan dunia berupaya menjinakkan ancaman kelompok-kelompok radikal, memanas-manasi pertikaian di antara kelompok radikal dan moderat dalam tubuh umat Islam, serta menyeret umat Islam dan bangsa ini ikut menjadi proyek liberal mereka.
Dengan memperhatikan perkembangan global tersebut, dan terdorong oleh kepentingan membela Tradisi Ahlussunnah Waljamaah yang dianut oleh Warga NU sebagai bagian dari identitas dan jatidiri bangsa ini, Forum Kiai Muda Jawa Timur memberikan kesimpulan tentang hasil-hasil dialog dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) sebagai berikut:
Ulil Kelabakan di Jawa Timur
InpasOnline, 13/09/09
Ternyata keberadaan Jaringan Islam Liberal yang sebagian tokohnya adalah anak NU, bahkan menantu salah seorang tokoh NU, dinilai meresahkan oleh warga Nahdhiyin sendiri. Hal ini terungkap dalam diskusi Forum Tabayyun dan Debat Terbuka di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan Sidoarjo, Ahad (11/10) kemarin.
Universalitas Fenomena Wahyu dan Kenabian: Counter-Argumen Pluralisme Agama (habis)
Counter-Argumen Pluralisme Agama (3 habis)
Dr. Anis Malik Thoha
Wahyu dan Nabi Pamungkas
Substansi wahyu samawi atau al-Islam al-‘Amm (Islam Universal), dalam operasionalnya di panggung sejarah senantiasa disesuaikan dengan kondisi ke-kini-an dan ke-di-sini-an. Sebab sangatlah tidak logis jika, misalnya, komunitas masyarakat zaman kapak diberlakukan kepada mereka sebuah aturan atau shari’ah yang berlaku pada zaman teknologi informatika sekarang ini. Maka karena kondisi obyektif dan faktual komunitas masyarakat manusia yang berkembang dari masa ke masa dengan berbagai masalah dan tuntutan yang berbeda-beda dan beragam ini, Allah swt kemudian mengutus serangkaian utusan (nabi dan rasul) sepanjang sejarah dengan membawa wahyu (di samping yang universal tadi) yang lebih spesifik dan relevan dengan masalah dan tuntutan ruang dan waktu masing-masing (tempo-local). Sehingga dalam khazanah hukum yang dikenal dalam sejarah manusia terdapat berbagai macam kodifikasi hukum atau shari’ah. Kombinasi wahyu universal dengan wahyu tempo-local ini secara implisit, mengikuti klassifikasi Ibn Taymiyyah, dapat disebut sebagai al-Islam al-Khass karena sifat-sifatnya yang terbatas.