Antara Tradisi Ilmu Islam dan Barat
Antara Tradisi Ilmu Islam dan Barat (Sebuah Tinjauan Historis)
Oleh : Ahmad Furqon Muntashir
Pendahuluan
Tidak ada satu peradaban yang bangkit tanpa didahului oleh bangkitnya tradisi ilmu, baik itu peradaban kuno maupun peradaban modern. Mengapa tradisi ilmu?, sebab manusia memiliki kemampuan untuk berfikir dan rasa ingin mengetahui akan sesuatu di luar dirinya. Setiap manusia akan dihadapkan pada pertanyaan filosofis yang menyangkut eksistensi dan realitas alam semesta termasuk diri manusia itu sendiri sebagai bagian dari kosmologis. Pertanyaan itu adalah dari mana manusia berasal?, untuk apa manusia diciptakan?, dan akan kemana manusia mengakhiri hidupnya?. Ketiga pertanyaan inilah kemudian memunculkan aliran-aliran filsafat besar dunia yang mana satu dengan yang lainnya berusaha memberikan jawaban tentang Hakekat Manusia, Alam Semesta dan Tuhan.
Kritik Terhadap Konstruksi Feminisme dalam Novel ‘Perempuan Berkalung Sorban’
Oleh Kartika Pemilia
Perempuan Berkalung Sorban, sebuah film besutan Hanung Bramantyo, menuai kontroversi dan protes dari berbagai elemen Islam. Setelah melakukan pengkajian dengan mengutus empat orang dari MUI untuk menonton film yang dirilis 15 Januari 2009 ini, dalam sebuah acara diskusi di sebuah televisi swasta, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. KH Ali Mustafa Ya’kub MA dengan tegas menyatakan bahwa film ini sangat menghina Islam, melecehkan pesantren serta kyai. Sepanjang film itu diputar, banyak sekali pernyataan dan adegan yang tidak patut didengar dan dilihat oleh orang awam, sebab akan menimbulkan kesalahpahaman terhadap Islam; bahwa Islam tidak adil terhadap perempuan, seperti yang diucapkan Annisa (diperankan oleh Revalina S. Temat) dalam film produksi Starvision ini.
Istilah Hermeneutika Tidak Netral
Hermeneutika, yang meminjam perkataan Inggris hermeneutics, dan yang juga berasal dari perkataan Greek hermeneutikos bukan merupakan suatu istilah netral yang tidak bermuatan pandangan hidup (world-view; weltanschauung). Dari segi bahasa misalnya Aristotle pernah menggunakan kata itu untuk judul karyanya Peri Hermeneias yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Latin sebagai De Interpretatione yang lantas dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai On the Interpretation.
Abu Nasr Mansur, Matematikus Muslim Abad XI
Saat masih sekolah di bangku sekolah menengah, tentu Anda pernah mempelajari istilah sinus dalam mata pelajara matematika. Sinus adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring. Hukum sinus itu ternyata dicetuskan seorang matematikus Muslim pada awal abad ke-11 M.
Islamisasi Kurikulum-2
Langkah-langkah mencapai Islamisasi Pengetahuan
Oleh Dr. Rosnani Hashim
Asisten Profesor pada Departemen Pendidikan di International Islamic University, Malaysia.
A. Menentukan Agenda
Langkah pertama islamisasi kurikulum yaitu memastikan bahwa sumber dari tujuan pendidikan diambil dari worldview Islam, yang meliputi sifat dasar pelajar, sifat dasar pengetahuan atau materi khusus, dan sesuai dengan kehidupan zamannya. Qur'an dan Sunnah harus dijadikan acuan dalam memahami sifat dasar pelajar dan ilmu pengetahuan, kemudian hasil penelitian empiris -terutama berkaitan dengan psikologi mata pelajaran dan pelajar, yang telah diterbitkan dan didokumentasikan yang berungsi sebagai pelengkap.