Wacana Kebenaran Agama Dalam Perspektif Islam (1)
Oleh: Dr. Anis Malik Thoha
(Dosen Ilmu Perbandingan Agama International Islamic University Malaysia)
Inpasonline.com, 17/06/11
a. Latar Belakang Wacana
Seiring dengan maraknya proses liberalisasi sosial politik yang menandai lahirnnya tatanan dunia abad modern, dan disusul dengan liberalisasi atau globalisasi (baca: penjajahan model baru) ekonomi, wilayah agama pun, pada gilirannya, dipaksa harus membuka-diri untuk diliberalisasikan.
Budaya Ilmu
Istilah ‘budaya ilmu’ dipopulerkan oleh Professor Dr Wan Mohd Nor Wan Daud lewat buku-buku maupun ceramah-ceramahnya selama hampir dua dasawarsa terakhir ini.
Menurutnya, ‘budaya ilmu’ ialah (i) kondisi dimana setiap anggota dan lapisan masyarakat melibatkan diri secara langsung maupun tidak langsung dalam pelbagai kegiatan ilmiah pada setiap kesempatan: gemar membaca, mempelajari, meneliti, mendiskusikan aneka persoalan keilmuan. ‘Budaya ilmu’ terwujud (ii) apabila setiap orang sebagai individu maupun sebagai entitas kolektif (masyarakat, bangsa, umat) membuat segala pilihan, keputusan dan tindakan yang diambilnya atas dasar ilmu, melalui proses investigasi, riset, dan konsultasi. Ciri lain dari ‘budaya ilmu’ adalah (iii) sikap menjunjung tinggi ilmu, situasi dimana ilmu menempati kedudukan tertinggi dalam tata nilai setiap pribadi dan masyarakat pada semua lapisan, yang diejawantahkan dengan penghargaan tinggi kepada setiap individu maupun lembaga yang aktif mencari, meneliti, mengembangkan dan menyebarkan ilmu.1 Inilah yang yang disebut sebagai ‘the learning society’ yang memancarkan ‘the culture of knowledge and learning’.
Menggugat Sang Professor
Siapa yang tidak kenal dengan Umi Kaltsum? Belakangan, Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makassar ini, namanya sering disebut-sebut oleh media Era Muslim karena keberaniannya mengkritisi sang Professor sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah-Jakarta sekelas Musdah Mulia, saat seminar tentang Perempuan pada tanggal 30 Mei lalu di Makassar.
Laksamana Cheng Ho (Sang Penjelajah Dunia yang Muslim Taat)
Petualang Christopher Columbus dikenal hebat karena berhasil menemukan benua Amerika pada tahun 1492. Namun tahukah Anda bahwa ada penjelajah yang jauh lebih hebat? Dia adalah Laksamana Cheng Ho, seorang Tionghoa Muslim yang hidup sekitar 6 abad lalu.
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Tinjauan Atas Pemikiran Syed M. Naquib al-Attas dan Ismail R. al-Faruqi)
|