Tentang Syi’ah di Indonesia
Oleh Kholili Hasib*
Beberapa kalangan menyebut penganut Syi’ah di Indonesia berbeda dengan di Iran dan Irak. Prof. Dr. Nur Syam, Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, di harian SURYA, Sabtu 31/12/2011 mengatakan bahwa Syi’ah di Indonesia telah ‘mengindonesia’. Beradaptasi dengan kultur Indoensia. Sehingga Syi’ah Indonesia tidak perlu dirisaukan. Benarkah demikian?
Kerancuan Epistemologi Pluralisme ala Husein Muhammad
Kritik atas Manhaj Takfir
Abdul Hakim, S.Si, Apt.
(Peneliti InPAS dan Dosen UIN Maliki Malang)
Inpasonline.com, 21/09/11
Kajian ini berisi kritik atas manhaj pelaku dakwah yang mudah mengafirkan (takfir) kelompok lain yang berbeda pendapat dengannya. Padahal perbedaan itu masih di wilayah ijtihadiy sehingga sangat mungkin terjadi perbedaan, dan perbedaan itu sah menurut para ulama. Sikap berlebih-lebihan dalam masalah takfir (mengafirkan orang, mengeluarkan kaum muslimin dari agama Islam dan memerangi mereka), bila dibiarkan akan mengganggu hubungan persaudaraan (ukhuwah) di antara kaum muslimin. Dan hal tersebut selain menyebabkan kegagalan misi dakwah, juga menimbulkan citra yang buruk bagi pelaku dakwah dan umat Islam secara keseluruhan.
Perbedaan Umat tentang Kedudukan Iman
Abdul Hakim
(Peneliti InPAS/Dosen UIN Malang)
Inpasonline.com, 25/06/11
Salah satu tema yang sering diperdebatkan oleh kaum muslimin adalah kedudukan iman, apakah tetap atau naik-turun. Tema ini menarik, karena telah menjadi bahan perdebatan sejak zaman dahulu, bahkan sering dijadikan alasan untuk menganggap sesat orang atau kelompok lain yang memiliki pendapat yang berbeda.