Marcionisme; Problematika Relasi Ketuhanan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Bible
Oleh Muhim Kamaluddin[1]
Pengantar
Tema perbandingan agama, khususnya di kalangan Islam, tidaklah banyak dipelajari. Padahal ini cukup penting. Karena memperbandingkan Islam dengan agama lainnya akan menampakkan keunggulan-keunggulan ajaran Islam yang kita peluk. Dengan mengetahui betapa banyak problem yang sifatnya irasional dari agama lain, kita akan mampu mengenali betapa Islam itu adalah agama yang sangat jelas, sederhana dan sempurna.
Situs Tralaya, Bukti Sejarah yang Diabaikan Orientalis
Oleh M. Masykur Ismail
Situs Tralaya merupakan sebuah komplek pemakaman Islam yang berada di pusat lokasi peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Ciri khas keislaman situs tersebut ditunjukkan dengan adanya tulisan Arab di beberapa nisannya yang berupa kalimat tauhid, ayat-ayat Al-Qur’an maupun doa-doa khas Islam. Situs ini ditemukan dan dikenal sejak abad XIX, dan diakui sebagai salah satu bukti eksistensi penganut agama Islam di zaman Majapahit.
Toleransi Nabi Saw kepada Yahudi
Oleh Asep Sobari
Kedatangan Nabi Saw ke Madinah tidak hanya sebagai orang asing yang hijrah dari tanah kelahirannya. Tapi sekaligus menempatkan beliau sebagai pemimpin di kota Hijaz tersebut. Keputusan penduduk Madinah menyerahkan jabatan ini kepada Nabi Saw tidak dilakukan secara spontan, melaikan melalui proses panjang yang bermuara pada peristiwa tiga tahun sebelumnya, ketika sejumlah tokoh Khazraj menyatakan masuk Islam di Mekah.
Menurut riwayat Ibnu Ishaq dalam as-Sirah an-Nabawiyyah, ada enam tokoh muda Khazraj yang ditemui Nabi Saw pada musim haji tahun 3 sebelum hijrah. Mereka adalah As`ad bin Zurarah, `Auf bin Harits, Rafi` bin Malik, Quthbah bin `Amir, `Uqbah bin `Amir, dan Jabir bin Abdullah. Setelah berbincang dengan Nabi Saw, merakapun menyatakan diri memeluk Islam dengan sangat antusias. Bagi mereka, menerima Islam tidak hanya menghapus dahaga spiritual semata, tapi juga mengembangkan harapan yang sangat besar kepada sosok Nabi Saw dan ajarannya, agar menjadi unsur pemersatu bagi seluruh kelompok masyarakat di Madinah yang telah sekian generasi tercabik-cabik oleh permusuhan dan dendam.
Sejarah Islam di Mata Orientalis – Studi Kritis terhadap Buku Islam and The West : A Historical Cultural Survey karya Philip K. Hitti
Kartika Pemilia Lestari
Inpasonline.com, 29/11/11
“Menarik” sekali ketika kita memahami bagaimana cara Barat memandang Islam. Hal ini dikarenakan Islam adalah satu-satunya peradaban yang mampu menjadi lawan tangguh bagi ateisme dan materialisme dalam budaya Barat modern, yang tanpa mengenal rasa takut, siap menghadapi segala tantangan dalam berbagai bentuknya.
Jejak Yahudi Di Madinah: Tinjauan Sejarah Hubungan Islam dan Yahudi di Madinah
Oleh: Asep Sobari
(Peneliti INSISTS Jakarta Bidang Sejarah/ Alumnus Universitas Madinah)
Seputar Terminologi Yahudi Dan Bani Isra’il
Yahudi dan Bani Isra’il merupakan kata yang selalu digunakan pada periode Sirah untuk menyebut para pengikut ajaran Taurat. Meskipun tampak menonjolkan aspek keagamaan, tapi sebenarnya ada perbedaan mendasar antara keduanya. Bahkan, pemaknaan Yahudi sendiri tidak bersifat baku, melainkan mengalami perkembangan yang cukup radikal mengikuti fasefase sejarah yang dilalui oleh salah satu rumpun bangsa Semit ini.
Pada dasarnya, kata Yahudi merupakan penisbatan yang memiliki sifat hubungan darah, yakni keturunan Yahuda (Yahudza) bin Ya`qub. Dari garis keturunan inilah lahir Dawud as. dan Sulaiman as. yang merupakan simbol kebesaran bangsa ini sepanjang masa. Kebanggaan Yahudi adalah kata yang dinisbatkan kepada Yahuda, salah seorang putera Nabi Ya`qub as.