Category: Opini

Opini

Pluralisasi Pemikiran ala Mohammed Arkoun

Oleh: Kholili Hasib*

Mohammed Arkoun telah meninggal pada (14/09) lalu, tapi pemikirannya masih menjadi idola cendekiawan liberal. Buku terkenalnya, Rethingking Islam menjadi rujukan wajib mahasiswa jurusan Tafsir-Hadis IAIN dan UIN. Arkoun yang pernah mengennyam pendidikan di lembaga Kristen pada waktu remaja dianggap pembaharu (mujaddid). Padahal yang dilakukan bukanlah pembaharuan tapi pembongkaran agama.

Opini

Moral Bankir dan Corporate Governance Syariah


Oleh : Safri Haliding *

Kasus bailout bank Centuy senilai 6, 7 triliun yang menimbulkan konflik sampai masuk ke ranah politik dan hukum seolah menimbulkan anggapan betapa rapuhnya dan sangat berisikonya bisnis perbankan konvensional  dan  pertanyaannya bagaimanakah tata kelola korporat dalam dunia perbankan. Isu tata kelola korporat ( corporate covernance ) dan pencarian struktur tata kelola yang optimal telah mendapat perhatian yang luar biasa dalam  kebijakan publik dan sistem perekonomian di semua sektor salah satunya  di dunia perbankan baik konvensional dan syariah. 

Sebelum dilupakan, kita harus belajar dari kasus bank century dan  perlunya memperhatikan  pelaksanaan tata kelola perusahaan  (good corporate governance, GCG) dalam dunia perbankan  sehingga masyarakat tidak dirugikan dan dipersulit untuk menarik uang yang mereka simpan di bank dan  masyarakat mesti lebih hati – hati  sebelum memutuskan di bank mana hendak menyimpang uang agar tidak menjadi korban dari praktek moral hazard yang ada di dunia perbankan.

Opini

Akal-Akalan Amerika di Balik Isu Terorisme

Oleh; Muhammad Rais
Sekjen Persatuan Pelajar Sulawesi Selatan Malaysia

Hari ini tepat 9 tahun peristiwa hancurnya gedung kembar World Trade Center (WTC) dan gedung Pentagon (markas departemen pertahanan Amerika Serikat). Amerika Serikat atau AS secara yakin mengatakan bahwa al-Qaeda bertanggung jawab atas peledakan itu. Walaupun sampai saat ini, mereka belum mampu membuktikan tuduhan tersebut. Lalu mengapa Osama hinggi kini belum tertangkap? Siapakah sebenarnya teroris yang diincar AS? Apa motif di balik isu terorisme ini?

Opini

Mempertanyakan Intelektualitas Mahasiswa

(Sebuah Catatan Atas Anarkisme yang Kembali Terjadi di Berbagai Kampus di Makassar)

Oleh; Muhammad Rais

Sekjen Persatuan Pelajar Sulawesi Selatan Malaysia

 

Satu-satunya pihak yang paling ditakuti oleh para penguasa adalah mahasiwa. Begitulah kira-kira Taufik Ismail menggambarkan keperkasaan mahasiswa dalam sebuah puisinya. Lalu masihkah mahasiswa perkasa dan ditakuti? Masihkah gelar intelektual itu melekat pada diri mahasiswa? lalu kenapa pula muncul adagium tentang tukang becak yang disetarakan dengan mahasiswa?