Kritik Terhadap Institusi Keluarga Prespektif Feminisme
Oleh: A. Abdulloh Khuseini
(Peserta Program Kaderisasi Ulama Angkatan III ISID Gontor Ponorogo)
A. Pendahuluan
Salah satu agenda yang di usung oleh para feminis adalah pengarusutamaan gender[1] (gender mainstreaming), yaitu suatu strategi[2] untuk mencapai kesetaraan gender melalui perencanaan dan penerapan kebijakan yang berperspektif gender pada organisasi dan institusi.[3] Gender diartikan sebagai suatu konsep untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari segi sosial-budaya dan sudut non-biologis.[4] Istilah gender sejatinya tidak lepas dari konspirasi Barat[5] tentang wanita yang di masa lalu begitu rendah. Wanita dianggap makhluk yang hina dan tidak bisa dipercaya, bahkan menjadi korban inkuisisi Kristen di Barat. Akibat dari konsep dasar ini, maka konstruk sosial yang tercipta telah meletakkan peran sosial wanita secara sekundair atau kedua setelah laki-laki, dan kemudian menghasilkan sikap sosial yang diskriminatif terhadap wanita[6]/perempuan[7].
Galaksi Terbesar Ditemukan
Washington - Pakar astronomi melaporkan telah menukan gugusan galaksi paling besar yang diyakini sudah ada sejak alam semesta ini diciptakan.
Penemuan yang disiarkan dalam jurnal astronomi dan astrofizik, Astrophysical Journal itu berhasil mendeteksi kira-kira 800 triliun bintang di dalam ratusan galaksi, yang masih berkembang hingga hari ini.
Mark Smethurst: NATO Tak Berkutik Hadapi Taliban
KABUL: Seorang pejabat militer Australia mengakui bahwa pejuang Taliban berhasil mematahkan semua operasi tentara asing dan tidak akan kalah dengan tentera NATO.
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Wafat
Telah berpulang ke Rahmat Allah Ta'ala Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu pada hari jum'at (08-10-2010 M/ 29-11-1431 H), dan dishalatkan di Masjid al-Haram Mekkah setelah shalat isya'. Dilahirkan di Kota Halab di Suria tahun 1925 M bertepatan dengan tahun 1344 H.
Mustafa Nasywan, Muazzin Mavi Marmara
Latakia- Tak disangka, pantai Latakia menjadi ajang reuni sekitar 70 orang “alumni” kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang akhir Mei lalu diserang tentara Israel. Mereka tidak kapok dan ikut lagi dalam rombongan darat Viva Palestina-5 menuju Gaza, demi membantu saudara-saudaranya yang sudah 4 tahun ini dikepung Zionis Israel.