Muslimah Belanda jadi Trendsetter
Inpasonline, 10/11/10Denhag-Trendsetter, sudah menjadi perhatian khusus bagi wanita yang gemar mengikuti dunia fashion atau mode. Ia merupakan frase yang digunakan untuk mendefinisikan seseorang yang menjadi panutan dalam hal tertentu, karena keunikan dan kreatifitasnya, sehingga selalu membuat terobosan (breakthrough) di tengah kemapanan yang ada.
KH. Abdus Shomad Bukhori: Prostitusi di Dolly Memalukan
Ide penutupan lokalisasi Dolly Surabaya yang pernah dilontarkan oleh Gubernur Jawa Timur ditanggapi dengan serius oleh MUI Jawa Timur. Bahkan ketua MUI Jatim, KH. Abdus Shomad Bukhori, mengaku bahwa ide penutupan Dolly tersebut tidak lain karena kritik MUI yang sudah sangat lama dan berkali-kali dilontarkan dalam setiap kesempatan.
Israel Izinkan Pembangunan Pemukiman
Yerusalem-Pemerintah Israel mengizinkan pembangunan lebih dari 1.300 rumah baru bagi pemukim Yahudi, di wilayah pendudukan, kota Jerusalem Timur.
HTI Tolak Obama
Inpasonline, 9/11/10Sekitar 15 ribu anggota dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ahad (7/11), berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia 9-10 November mendatang. Alasan penolakan itu karena Obama dinilai sebagai pemimpin negara yang menjajah kaum Muslimin seperti di Afghanistan, Irak dan lainnya.
Konsep Makna Menurut Ulama Ushul
A. Pendahuluan
Setiap individu Muslim diperintahkan untuk mengikuti syariat Islam dan melaksanakan hukum-hukumnya. Akan tetapi setelah wafatnya Rasululloh SAW tidak mudah memahami hukum-hukum dalam Al-Quran. Oleh karena itu diperlukan suatu kaidah metode penyimpulan hukum. Di antaranya adalah kaidah bahasa[1]. Kaidah bahasa yang dimaksud adalah kaedah bahasa yang mempunyai otoritas tertinggi dalam pelbagai aspek bahasa Arab klasik yaitu bahasa Al Quran dan Assunnah.[2] Kaidah bahasa dimaksudkan untuk mengetahui makna[3] teks guna meraih maksud teks tersebut. Yang dimaksud teks disini adalah Al Quran dan Hadits. Berdasarkan tingkat validitas dan sifat mengikatnya sumber makna dibagi menjadi tiga, pertama, yang sudah jelas otentisitasnya tak diragukan lagi kebenaran sumbernya maupun makna dan maksudnya قطعي الثبوت قطعي الدلالة yaitu Al Quran kalamullah, kedua, kahbar yang sudah dipastikan kebenaran sumbernya namun belum bisa dipastikan makna dan maksud yang dikandungnyaقطعية الثبوت ظنية الدلالة contohnya adalah ayat-ayat Al Quran yang mutasyabihaat dan khabar mutawatir yang bermakna ganda, dan ketiga adalah khabar yang bukan hanya sumbernya masih dipersoalkan tapi maksudnya juga masih diperdebatkan ظنية الثبوت ظنية الدلالة. Secara epistemologis makna yang sudah jelas otentisitas dan signifikansi lafadnya bersifat sah mengikat dan tsabit. [4]Adapun selain dari yang pertama terbuka pintu ijtihad untuk menafsirkannya.