Year: 2012

Pemikiran Islam

Posmodernisme di Indonesia; Tinjuan dan Kritik

Oleh Kartika Pemilia Lestari*

 

Pendahuluan

Dengan nada masygul, Ernest Gellner mengomentari kemunculan posmodernisme di jagad pemikiran dunia dengan kalimat tajam, “Tidak jelas setan apa gerangan ini. Kejelasan bukanlah ciri menonjol dari gerakan ini....semuanya adalah makna, makna adalah segalanya, dan hermeneutika[1] adalah nabinya.”[2]

Pemikiran Islam

Relasi Dualisme dengan Penistaan Asma Allah

Tragedi akademik terjadi lagi di sebuah kampus Islam. Kali ini dilakukan WU, dosen STAIN Jember, di hadapan mahasiswanya. Seperti diberitakan www.hidayatullah.com pada 6/1/2012, WU menghapus lafadz Allah dengan sepatunya. Kontan, aksi yang meresahkan mahasiswa tersebut dikecam PCNU (Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama) Jember.

Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad menilai, perilaku dosen tersebut dapat dikategorikan masuk pada wilayah kekeliruan akidah. Berdasarkan hasil Bahtsul Masail PCNU Jember yang dilaksanakan pada 31 Desember 2012, aksi WU dihukumi haram, dan menyebabkan kemurtadannya dari Islam.