Meneguhkan Kembali Budaya Ilmu
Oleh Kholili Hasib*
Inpasonline.com, 25/12/11
Untuk membangun peradaban mulia, ada dua tugas besar yang harus diemban ilmuan muslim. Yaitu, mempelajari konsep-konsep kunci dalam Islam dan mempelajari peradaban lain di luar Islam. Seperti disampaikan oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil dalam orasi akhir tahun pada acara Musyawarah INSISTS Network di Trawas 18 Desember 2011 bahwa Ilmuan muslim harus memiliki dua ilmu; ilmu Islam dan ilmu tentang peradaban Barat. Ilmu tentang peradaban Barat perlu dipelajari, sebab tantangan terbesar di abad ini adalah hegemoni ilmu Barat.
Gagasan tentang Putih dan Rasisme
Oleh Kartika Pemilia Lestari*
Inpasonline.com, 25/12/11
“Dapatkan kulit putih seperti mutiara hanya dalam 7 hari”. “Kulitmu akan lebih cerah hanya dalam 3 minggu”. “Lebih putih dan lebih putih lagi”. Kata-kata dalam iklan sabun tersebut jamak kita baca dan dengar di media massa. Pikiran masyarakat lantas terkonstruksi bahwa ke-putih-an (whiteness) atau menjadi putih adalah sangat penting dalam sebuah kehidupan. Bahwa dengan menjadi putih dan lebih putih lagi, kita menjadi “normal” secara sosial.
Musyawarah INSISTS Network: Membangun Tradisi Ilmu lewat Komunitas
Inpasonline.com, 22/12/11
Menyongsong milad INSISTS yang ke-9 pada Januari 2012 nanti, komunitas INSISTS mengadakan Musyawarah INSISTS Network di Trawas, Mojokerto, 16-18 Desember 2011. Acara itu mengambil tema “Satukan Langkah Gelorakan Dakwah, Songsong Peradaban Mulia” dan bertujuan mensinergikan serta meningkatkan kinerja dakwah yang berujung pada pembangunan tradisi keilmuan.
Pesan Awal Tahun Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi
Inpasonline.com, 22/12/11
Pengantar: Pada 16-18 Desember 2011, INSISTS menyelenggarakan pertemuan di Trawas - Mojokerto. Di akhir acara, Dr. Hamid Zarkasyi menyampaikan sejumlah pesan yang patut menjadi bahan perenungan terutama dalam menyusun langkah-langkah ke depan. Berikut ini petikannya:
Meneladani Ketegasan KH. Hasyim Asy’ari
Oleh Kholili Hasib*
Inpasonline.com, 15/12/11
Menyikapi isu-isu khilafiyyah yang makin meruncing seperti sekarang ini dan gelombang arus pemikiran yang tidak terarah, KH. Hasyim Asy’ari patut menjadi teladan. Ia pendiri NU yang dikenal tegas terhadap pemikiran di luar Islam, dan menyeru pada pentingnya ukhuwah Islamiyyah.