Tasyakuran 11 Tahun INSISTS: Merancang Kampus Bertaraf Internasional

IMG-20140112-WA0024Inpasonline.com–Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) pada tanggal 12 Januari 2014 punya gawe besar. Bertempat di Hotel Sofyan, Menteng Jakarta Pusat, INSISTS mengadakan pertemuan  dalam rangka tasyakuran 11 tahun perjalan dakwah.

Acara dikemas dalam bentuk diskusi dan sharing pengalaman. Mengundang beberapa lembaga penelitian dan dakwah Islam, di antaranya; mengundang Institut Pemikiran & Peradaban Islam (InPAS), Institut Pemikiran Islam & Pembangunan Insan (PIMPIN), Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI), The Center for Gender Studies (CGS), Depok Islamic Study Circle (DISC) Masjid UI, dan #IndonesiaTanpaJIL Pusat.

Acara tasyakuran ini dihadiri oleh sejumlah pendiri INSISTS, antara lain Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. Ugi Suharto, Dr. Adian Husaini, dan Anin Armas, MA. Masing-masing pendiri memaparkan pesan-pesannya.

Hamid Fahmy Zarkasyi, Direktur INSISTS, menjelaskan visi dan misi kampus yang akan didirikan adalah integrasi antara Islam dan sains. Menurutnya, kualitas kampus harus internasional.

“Lulusan kampus INSISTS nanti harus bagus bahasa Arab dan Inggrisnya. Bisa kuliah di kampus-kampus besar luar negeri dengan worldview INSISTS. Sehingga imannya tidak goyah”, terang Hamid.

Dr. Hamid memaparkan gambaran visi dan misi kampus yang akan didirikan INSISTS. Ia memimpikan, kampus INSISTS nantinya akan ‘eksklusif’, kualitasnya tidak ada di Indonesia.

“Harapan saya, menjadi cikal-bakal International Islamic University of Indonesia”, tegasnya.

Untuk mencapai itu, kata Hamid, harus dimulai dari yang kecil-kecil, seperti yang pernah dilakukan Prof. Al-Attas ketika membangun kampus ISTAC.

Sementara Dr. Adian Husaini menjelaskan bahwa sudah saatnya INSISTS memiliki perguruan tinggi, sebab tantangannya memang di dunia akademik.

“Sudah saatnya kita masuk kampus. Selain  kajian kritis, sekarang kita harus menghasilkan konsep-konsep, terutama buku teks metodologi studi Islam”, kata Adian.

BACA JUGA  Prof Paul Lettinck: ''Banyak Karya Saintis Muslim Belum Digali''

Dr. Ugi Suharto yang saat ini mengajar di Bahrain menyempatkan hadir untuk berbagai bersama para peneliti INSISTS.

Tantangan umat Islam sekarang menurut Dr. Ugi adalah tantangan luar dan dalaman. Tantangan luar berupa peradaban Barat yang sedang mengancam eksistensi umat Islam.

Untuk tantangan dalaman, terang Dr.Ugi, sudah waktunya diselesaikan sedikit demi-sedikit untuk memperbaiki diri.

“Setan itu menjadi kuat, saat kita menjadi lemah. Dan setan menjadi lemah saat kita menjadi kuat”, ujarnya.

 Ia berpesan, agar lembaga-lembaga penelitian dakwah yang diundang itu menguatkan persatuan dengan  selalu silaturahim secara intens. Untuk bertukar pengalaman dan ilmu. [kh]

One Response
  1. author

    Bachrul UZ3 years ago

    As wr wb. Selamat telah melewati masa lebih 10 tahun. Kebiasaan lembaga, akan eksis pada masa umur ini.
    InPAS, dalam pengertian saya ada dua. Pertama, fokus pada perkembangan yang terjadi di Surabaya. Sehingga kajian dan penelitian akan banyak terkait dengan Surabaya. Kedua, melihat tampilan, posting yang ada ternyata lebih bersifat umum, yakni sebuah institut yang berkedudukan di Surabaya. Mungkin ada atau membuka cabang di Kota-kota lain, misalnya InPAM (yang ada di kota Mataram). Mana yang benar? Jika yang pertama iya, maka kajian Surabaya tentu menjadi salah satu topik di media ini. Sedangkan yang kedua, Surabaya hanya sebagai tempat identitas dan media ini bersifat lebih umum Wass wr wb

    Reply

Leave a reply "Tasyakuran 11 Tahun INSISTS: Merancang Kampus Bertaraf Internasional"