Sekularisasi Tidak Berefek Pada Semarak Ibadah Ramadlan

Secara umum di dunia Islam, sekularisasi sesungguhnya memang telah gagal. Bulan Ramadlan bagi umat Islam itu rahmat sebab membangkitkan semangat ibadah ditengah sekularisasi, simpulnya.

Makin hari, jumlah jamaah yang melakukan ibadah umrah makin bertambah di bulan suci. Puncaknya pada pekan akhir. “Jumlahnya hampir menyamai jumlah jama’ah haji”, tutur Dr. Hamid.

Ia menjelaskan, pada tahun 1990 pemerintah Arab Saudi mengeluarkan visa umrah ramadlan sebanyak 4,5 juta untuk jamaah seluru dunia. Ini hampir menyamai jumlah jama’ah haji yang rata-rata berjumlah 5 juta. Jama’ah shalat lima waktu di masjid-masjid di Negara Islam juga lebih banyak dari hari biasanya.

Fenomena ini tentu tidak dimilik agama-agama lain. “Di Barat, jumlah penontoh sepak bola di stadion jauh lebih banyak dari jumlah pengunjung gereja”, katanya.

Sebaliknya menurutnya meski negera-negara Islam digempur sekularisasi dan liberalisasi ternyata jumlah pengunjung masjid Nabawi atau Masjidil Haram masih lebih banyak dari kaum muslimin yang menonton bola di world cup.

Pengunjung masjid ini dan masjid-masjid di Negara-negara Islam meningkat di bulan suci. Semoga ke depan meningkatnya kuantitas itu diikuti dengan meningkatnya kualitas beragama kaum muslimin di seluruh dunia. (hidayatullah.com/Kholili Hasib)

 

 

 

 

BACA JUGA  Remisi Bagi Koruptor Harus Ditinjau Ulang
No Response

Leave a reply "Sekularisasi Tidak Berefek Pada Semarak Ibadah Ramadlan"